Mobile Marketing, Online Publishing, Local ContentsJuly 29, 2005

SDSB? Sumbangan Dana Sosial Berhadiah? Ya dan tidak. Ya, untuk ingatan kita pada taruhan SDSB yang menimbulkan polemik perjudian di Indonesia. Tidak, karena memang SDSB.com tidak ada hubungannya dengan instansi manapun, baik Menpora maupun Depsos.

Di tengah gencarnya upaya pemberantasan perjudian, situs ini bergerak menempuh jalur gerilya setelah ditolak oleh beberapa media online untuk mengiklankan situs ini.

Lahan gerilya pertama adalah melalui jaringan telepon selular. Melalui SMS yang di-broadcast, SDSB.com menyentil kuis Wants to be Millionaire yang ‘hanya’ berhadiah Rp 1 milyar, sementara situs yang menyebut dirinya sebagai ‘website taruhan legal’ ini menjanjikan hadiah utama sebesar Rp 2 milyar.

Medan gerilya selanjutnya adalah melalui mailing list dengan memanfaatkan Yahoo!Groups. Pemerima diundang untuk mengikuti taruhan dengan masa berlaku keanggotaan selama 7 hari. Tidak diketahui, darimana SDSB.com ‘belanja’ email address untuk keperluan ini.

Terlepas dari cara spamming dan pro-kontra tentang situs taruhan ini. Apa yang dilakukan SDSB.com bisa jadi cermin sekaligus periskop bagi pelaku bisnis media online, penegak hukum dan masyarakat.

Akankah gerilya yang dilakukan akan menjadi perang terbuka?

Catatan: hyperlink dalam posting ini tidak diaktifkan sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap perjudian.

Online AdvertisingJuly 24, 2005

Para gadis, apa yang terpikir jika Jumat malam tiba? Sibuk memilih baju apa yang akan dikenakan? Atau bahkan tidak sempat lagi menata diri karena langsung hang-out? Nivea, melalui Nivea Soft menjanjikan keceriaan tanpa harus ribet berdandan. Kosmetika yang penting menurut Nivea adalah enjoy terhadap perasaan diri sendiri.

Melalui konsep tersebut, diluncurkanlah Nivea Soft Friday Night. Viral marketing melalui website yang memungkinkan para gadis mengirimkan undangan hang-out kepada geng-nya melalui email dengan skenario yang bisa dirancang.

Dibandingkan dengan konsep sejenis, campaign ini lebih menekankan kreatifitas peserta dalam merancang skenario. Meskipun telah ditetapkan, namun kombinasi skenario tersebut mampu memunculkan hal-hal yang unik dan segar. Sesegar perasaan lepas di Jumat malam…

Online Advertising, Local ContentsJuly 20, 2005

Kecantikan ternyata tidak hanya untuk dikagumi, tapi juga bisa diperdebatkan. Dove meluncurkan Campaign for Real Beauty sebagai tempat berdebat. Program yang juga berlangsung di berbagai belahan dunia ini mengajak untuk memilih tentang hakikat kecantikan dan bermaksud mendobrak strereotipe lama tentang kecantikan.

Di Indonesia, kampanye yang juga disisipi strategi viral marketing ini menggunakan detikcom sebagai online media placement selama 1 bulan masa penayangan.

Sebagai penghasil produk kosmetik dan toiletris, cara yang digunakan Dove cukup cerdik karena mereka menggunakan model “wanita biasa” dalam situsnya. Kampanye ini pun seolah ingin meyakinkan para wanita bahwa cantik tidak harus langsing, tidak harus berambut panjang. Dengan strategi ini tentu akan membuka lebar pintu bagi wanita yang merasa dirinya ‘biasa’ menjadi lebih percaya diri dengan menggunakan produk Dove.

Sayangnya, dalam webtorial kampanye ini masih ada kekurangan. Ketika membuka halaman demi halaman, kita masih bisa mengabaikan isian/pilihan yang diberikan. Akan lebih bagus jika pada saat tampil pilihan tersebut, kita ‘dipaksa’ untuk memilih dan berpendapat, sehingga jika kita belum melakukan pilihan tidak akan bisa ke halaman selanjutnya (result).

Juga cukup mengganggu adalah belum terisinya “Angket Kecantikan” dan “Bagilah Kecantikan Anda” yang masih dalam status “akan diluncurkan”. Kita jadi kekurangan referensi dan informasi mengenai hakikat kecantikan, juga informasi tentang produk Dove yang hanya menggunakan link ke international site di sudut kiri bawah webtorial ini.

Atau ini memang strategi Dove yang akan dilanjutkan di campaign lainnya? Kita tunggu kecantikan berikutnya!

Mobile Marketing, Local ContentsJuly 6, 2005

Maraknya program komunikasi pemasaran melalui mobile marketing membuahkan hal-hal menarik. Ke Kanada gratis selama 4 hari 3 malam adalah salah satu kemungkinan menarik tersebut yang bisa anda dapatkan jika mengikuti campaign Road to Destiny dari McDonald’s Indonesia. Keikutsertaan dilakukan dengan cara mengirimkan pesan pendek (SMS) ke nomor tertentu.

Di sana Anda (jika beruntung sebagai pemenang) akan diajak menyaksikan aksi panggung Destiny’s Child. Bukan hanya itu, Anda juga berkesempatan mondar-mandir di balik panggung dengan backstage pass yang Anda kenakan.

Selain itu, tersedia juga hadiah lain berupa handphone terbaru dari Sony Ericsson yang juga menjadi mitra dalam campaign ini. McDonald’s menyebut dengan jelas bahwa pengundian pemenang akan dilakukan di depan kuasa hukum, notaris dan Departemen Sosial, suatu hal sepele yang saat ini jarang dilakukan undian-undian serupa. Namun. tidak disebutkan kapan konser di Kanada tersebut akan dilangsungkan.

Online Advertising, Local ContentsJuly 4, 2005

Selama 30 tahun menyertai perjalanan hidup wanita Indonesia, Softex –produsen pembalut wanita, tampil dengan penyegaran yang memikat: meluncurkan Softex Mengerti. Pendekatan melalui konsep ‘karena wanita ingin dimengerti’ ini meneguhkan komitmen Softex dalam memahami kebutuhan wanita.

Strategi jitu juga dilakukan pada pengembangan webtorial-nya. Di dalamnya tidak hanya melulu bicara soal produk Softex, tapi lebih jauh tentang ‘dunia tamu bulanan wanita’. Pada segmen “Your Body” misalnya, dijelaskan tentang proses menstruasi dengan bahasa tutur tanpa kehilangan nilai ilmiah.

Didukung pemasangan banner ad di detikHot selama 6 bulan, online campaign ini juga memunculkan 3 karakter wanita yang disebut D-Girlz. Ketiga karakter tersebut mencoba mewakili karakter umum yang ada pada wanita. Tujuannya jika dikaitkan dengan konsep campaign ini adalah upaya untuk mengedepankan perbedaan dan keunikan yang ada pada setiap individu.

Namun, 3 karakter itu nampaknya belum cukup mewakili konsep. Akan lebih bagus lagi jika konsep ‘mengerti’ tersebut diwujudkan dalam pemilihan karakter yang dipilih sendiri oleh pengunjung situs. Misalnya ditampilkan pilihan berupa sifat, kebiasaan, hobi dan sebagainya. Selanjutnya akan menampilkan hasil berupa karakter seorang wanita sesuai pilihan-pilihan tersebut.

Hal lain yang agak mengganggu adalah tampilan navigasi yang ‘berjalan’. Navigasi tersebut dalam beberapa kondisi tidak tampil utuh sebagaimana pada halaman depan, sehingga pengunjung sering merasa tersesat atau kehilangan navigasi ‘home’.

Di luar hal itu, upaya Softex ini juga membawa pengertian bagi para marketer untuk lebih memaksimalkan media online dengan tampilan dan konsep yang relevan dan menarik.

Online Publishing, Local ContentsJuly 3, 2005

Metro Departement Store identik dengan etalase kehidupan kaum metroseksual. Kaum dinamis yang selalu in dalam selera. Maka, Metro pun punya cara yang in pula dalam melakukan komunikasi pemasaran kepada para pelanggannya.

Salah satu yang sudah lama dilakukan adalah dengan mengkomunikasikan event-event yang ada di Metro melalui email. Newsletter ke pelanggan Metro dikirim rutin minimal setiap bulan atau pada saat ada event khusus.

Metro cukup sadar siapa pelanggannya, maka pola komunikasi melalui email ini pun dirancang sesuai selera dan arah gaya hidup pelanggannya. Desain, warna, lay out cukup menarik dan mampu mewakili citra korporasi Metro. Dengan penggarapan yang serius ini, tidak menutup kemungkinan kaum metroseksual akan selalu menggunakan email ini sebagai rujukan rutin informasi trend dan gaya hidup mereka.

Online AdvertisingJuly 1, 2005

Teknologi periklanan di media online semakin beragam. Salah satu yang saat ini jadi primadona adalah contextual advertising, sistem yang mampu mendeteksi tampilnya iklan, baik teks maupun gambar, menurut relevansi content di halaman web.

Selain itu sistem ini juga mampu menampilkan iklan menurut target tertentu seperti wilayah, kategori, kata kunci. Contextual advertising berkembang pesat seiring tuntutan pengelolaan iklan yang cepat, otomatis dan akurat.

Namun, sistem yang berjalan mekanis tersebut sering menimbulkan masalah. Seperti iklan BC Ferries yang mengalami kecelakaan di Kanada ini.

Seperti yang di-posting oleh Will Pate dalam fotoblog-nya. Berita dalam video yang dimuat oleh portal berita di Kanada itu ‘dihiasi’ dengan tampilnya iklan ajakan untuk berlayar gratis sepanjang tahun. Jika Anda pemenangnya, masihkah memutuskan untuk menjalani berlayar gratis yang diberikan BC Ferries?

Categories: