Mungkin bisa lebih dari seribu SMS yang didapat dari program ini. Tapi kata ‘manhattan’ di Indonesia memang populer karena cerpen Umar Kayam, ‘Seribu Kunang-Kunang di Manhattan’ (salam hormat untuk beliau). Karya legendaris yang dijadikan nama yayasan serta sudah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa daerah ini memang tidak ada hubungannya dengan promosi kartu kredit Manhattan ini.

Namun, setidaknya keduanya sama-sama mencuri perhatian. Problem psiko-sosiologis dalam cerpen Umar Kayam dengan setting kehidupan Amerika, identik dengan pesan yang ditampilkan dalam promo ini: Manhattan adalah modernitas nyata sekaligus misteri.

Maka dalam campaign-nya, Manhattan mencoba mencuri perhatian audiens dengan bermisteri. Sebelum peluncuran produk, content promosinya adalah mengajak audiens untuk mengirimkan nama melalui SMS. Kemudian pihak Manhattan akan menghubungi kembali.

Kata’manhattan’ jika dihubungkan dengan dunia perbankan, mengingatkan kita pada Chase Manhattan Bank. Kartu kredit ini memang ada hubungannya dengan bank tersebut, namun untuk wilayah Indonesia diterbitkan oleh Bank Permata.

Ketika saya mencoba mengirim SMS, sampai beberapa hari kemudian tidak ada yang menghubungi. Namun setidaknya nomor handphone saya sudah ada di database Manhattan, sehingga tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti saya akan mendapat kiriman informasi tentang kartu kredit ini.

Sebuah strategi untuk mendapatkan data?