Mobile MarketingSeptember 29, 2005

Munculnya media digital sebagai “media baru” sering diasumsikan sebagai ancaman bagi media massa konvensional. Namun pada perkembangannya timbul kemungkinan yang makin besar akan terjadinya konvergensi antar media, baik antar mainstream media maupun dengan “media baru” yang muncul.

Mobisode, mobile episode [ see define ] adalah istilah baru untuk menyebut penayangan video melalui mobile devices (telepon selular, pda) dengan durasi yang lebih pendek dari episode film sesungguhnya. Televisi sebagai media massa visual yang merupakan bagian dari mainstream media, memanfaatkan teknologi digital bergerak ini untuk lebih memperluas daya jangkau broadcast film dan program acara mereka. Konvergensi dengan media lain diprediksikan akan terus terjadi seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin banyak menawarkan berbagai kemungkinan.

Mobisode sudah dijalankan oleh jaringan Fox yang menayangkan ‘24‘, film seri yang berhasil menggondol 3 Emmy Awards. Sebentar lagi disusul oleh CBS dengan meng-mobisode-kan tayangan andalan mereka , ‘CSI: Crime Scene Investigation‘.

Larry Kramer, Presiden CBS Digital Media menyatakan bahwa mobisode CSI sedang dipersiapkan bersama produser CSI versi televisi. Mobisode CSI nantinya berdurasi sekitar 8 menit per episode. Langkah CBS masuk ke area ini antara lain mempertimbangkan meningkatnya pertumbuhan VOD (video on demand) di website mereka yaitu CBSNews.com dan Sporstline.com.

Kramer menambahkan, tidak tertutup kemungkinan konsep ini akan merambah ke “pay-per-view” yang memungut biaya tertentu bagi penonton yang mengakses mobisode CSI. Tidak dijelaskan apakah di mobisode CSI nantinya akan dimuati iklan.

Online PublishingSeptember 26, 2005

Badai yang melanda pesisir Teluk Meksiko, Amerika Serikat disusul badai yang menerpa wilayah lain menimbulkan berbagai dampak. Banyak hal mengemuka seiring tragedi itu, seperti isu rasialis, keterlambatan penanganan dan deteksi dini.

Donasi melalui media online pun gencar dilakukan. Tak ketinggalan Yahoo! yang meluncurkan Yahoo! Fashion for Relief.

Program ini memang bukan program tunggal dari Yahoo! melainkan kolaborasi dari beberapa pihak yang melibatkan desainer dan model ternama. Yahoo! menggarap online bidding dalam campaign ini.

Yahoo! cukup jeli memanfaatkan event ini dengan mempromosikan layanan dan fasilitas Yahoo! yang relevan, yaitu fashion show broadcast –layanan informasi dan peragaan busana melalui web video– dan avatar [ see define ]. Anda berkesempatan membuat avatar yang mirip dengan model pujaan Anda. Strategi yang menarik untuk mempromosikan layanan dan fasilitas tanpa mengurangi misi utama program ini.

Online AdvertisingSeptember 25, 2005

Riley B. King, atau lebih dikenal sebagai B.B. King tahun ini menapak di 80 tahun usia. Musisi yang berjuluk “King of the Blues” ini merayakan tapakan perjalanan hidupnya dengan melakukan pertunjukan keliling di beberapa kota di Amerika. Perjalanan karir B.B. King yang merekam album pertamanya di tahun 1940, telah membuahkan penggemar luas di berbagai negara.

Perjalanan karir yang panjang dan kaya pengalaman, konsistensi dan karya-karya masterpieces serta penggemar yang luas, itulah aspek-aspek dari B.B. King yang coba diambil oleh Samsung dengan meluncurkan online campaign Samsung B.B. King 80th Birthday Tour Sweepstakes.

Undian yang bisa diikuti tanpa pembelian produk ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan Samsung DuoCam, kamera yang mampu merekam foto dan movie dalam satu perangkat dengan dual camera. Hadiah yang disediakan berupa Samsung LCD TV, Mini DV, MP3 Player dan tentu hadiah menyaksikan kepiawaiaan B.B. King serta kesempatan berjumpa di belakang panggung dengan musisi yang lahir 16 September 1925 ini.

Tanpa pembelian produk dan viral options, online campaign Samsung kali ini terasa biasa saja. Tak lebih dari upaya co-branding dengan nama besar yang telah dimiliki seorang B.B.King.

Mobile MarketingSeptember 23, 2005

Penggemar buku di Australia kini dimanjakan dengan layanan informasi buku-buku terbaru yang bisa diakses melalui telepon selular. MobileReader adalah strategi yang diterapkan penerbit Harper Collins dalam program digital marketing mereka.

Cara ini cukup menarik karena memang banyak sekali buku-buku baru yang diterbitkan setiap bulan, dan tidak semua orang bisa berlama-lama di toko buku atau browsing melalui Internet. Selain itu, pengiriman informasi secara rutin, mampu menjadi brand reminder bagi penggemar buku akan produk-produk Harper.

Layanan ini tersedia dengan cara melalukan registrasi ke website Harper Collins Publishers. Cara ini ditempuh sepertinya juga untuk meningkatkan traffic pengunjung website Harper Collins. Setiap bulan pelanggan akan mendapatkan informasi buku-buku terbaru. Kesempatan pertama buku baru yang diinformasikan adalah karya Dean Koontz and Paulo Coelho, serta karya salah seorang pengarang lokal, Janine Allis.

Online AdvertisingSeptember 21, 2005

Anda seorang executive officer yang sedang resah terhadap kinerja perusahaan? atau seorang manajer madya yang putus asa dengan tim Anda? Coba lihat bagian bawah Anda ketika Anda sedang bekerja, tepatnya pada telapak kaki Anda. Terbungkus sepatu kulit? Segeralah ganti dengan sepasang sepatu karet. Setiap hari. Setiap Anda masuk kerja.

Dan nikmatilah sanjungan karena Anda berhasil meningkatkan performa perusahaan sebesar 60 % dalam setahun. Takeshi Mushido, buktinya.

Businessman dari Jepang tersebut telah mencapai peningkatan produktifitas yang dramatis setelah memerintahkan semua pegawainya memakai sepatu karet. Awalnya setiap hari Jumat dengan program Friday Sneakers. Namun, karena semua menikmati, akhirnya jadilah Everyday Sneakers.

OK, saatnya berterus terang. Takeshi Mushido hanyalah tokoh fiktif, karena Everyday Sneakers adalah online campaign hasil rekayasa Courir, jaringan toko sepatu di Paris.

Mask, agency dari Perancis yang menangani online campaign ini sangat serius berparodi. Selain menampilkan TV show wawancara dengan Tuan Takeshi dan menciptakan hip-hop theme song, ditampilkan pula peluncuran buku Everyday Sneakers yang berisi filosofi bisnis Takeshi yang—karena seriusnya— hampir kita tidak percaya bahwa ini parodi.

Parodi yang berhasil membuahkan atensi.

Mobile Marketing, Local ContentsSeptember 19, 2005

Hi aku semangat deh hr ini krn semlm tidur lelap trus suting hr ini
kyknya lancar semua trus br beli tiker hehe lmayan buat tiduran dilokasi

Sekilas, gaya bahasa dalam kalimat di atas bisa mudah ditebak bahwa itu adalah pesan pendek atau SMS. Tapi tunggu dulu, ada kata “suting” di kalimat itu. Apakah yang dimaksud adalah “shooting”? Benar. Kalau begitu itu SMS dari seorang bintang film? Benar.

Saya mendapatkan SMS itu dari Happy Salma. Rutin setiap 2 atau 3 hari, tapi juga sering lebih dari 5 hari, tergantung mood dia.

Anda tidak perlu iri, karena Anda pun bisa mendapatkan hal serupa. Bahkan tidak hanya dari Happy Salma, tapi juga dari Krisdayanti, Liza Natalia, Sarah Azhari (ingat, Anda hanya mendapatkan SMS dari dia, tidak yang lain…), Dian Nitami, Titi DJ. Mereka adalah sebagian dari selebritis lokal yang tergabung dalam SMS Selebriti.

Sayang ide bagus ini hanya sebatas komunikasi searah antara selebritis dengan penggemarnya (atau dengan orang-orang iseng yang sedang “bulan madu” dengan SMS). Masih diragukan apakah mobile campaign ini mampu membangun dan memelihara brand personality para selebritis itu.

Jika perencanaan content dan sistem tidak diperbaharui, bukan tidak mungkin layanan ini akan ditinggalkan penggemarnya, dan orang-orang iseng tadi…

Online AdvertisingSeptember 18, 2005

Kalau Anda saat ini merasa termasuk dalam golongan kaum metroseksual, jangan cepat berbangga. Saat ini muncul satu “spesies” baru yang bisa jadi Anda merasa minder karena syarat-syarat untuk masuk ke golongan ini.

Jetrosexual, predikat yang diberikan oleh Virgin Atlantic Airways untuk manusia-manusia yang terbang antar kota, antar negara dan antar benua adalah keseharian mereka. Kaum ini oleh Virgin akan mendapatkan Jetrosexual Awards.

Kontes berlangsung sejak Juni. Pertengahan September ini telah diumumkan nominasi-nominasi yang akan dipilih pada Oktober mendatang. Pemenangnya akan dimanjakan dalam sebuah penerbangan dengan kenyamanan klas atas.

Ngomong-ngomong, seperti apa sih syarat menjadi Jetrosexual? Anda penasaran? Liat saja 11 Commandments of Jetrosexual yang dikeluarkan Virgin. Siapa tahu Anda memenuhi syarat. Tidak semua syarat serius kok, salah satu syaratnya: Anda harus mampu memesan bir dengan minimal 6 bahasa yang berbeda!

Mobile MarketingSeptember 16, 2005

Sampah adalah persoalan sederhana yang berpotensi menjadi kompleks jika tidak ditangani dengan baik. Sampah bagaikan cermin wajah kota. Bagaimana kota terlihat indah dan nyaman antara lain tergambar dari cara pengelola kota memperlakukan sampah warganya.

Warga London patut berterima kasih kepada pengelola kota. Ken Livingstone, walikota London meluncurkan program Recycle for London dengan memanfaatkan teknologi mobile device. Langkah pengelola kota London ini membuktikan bahwa mobile marketing tidak hanya bisa dilakukan untuk produk-produk komersial, namun juga efektif untuk menerapkan kebijakan publik.

Warga London bisa mendapatkan informasi di mana akan mendaur ulang sampah dengan mengetik RECYCLE dan dikirim ke nomor 63131. Selain itu warga London juga bisa mendapatkan informasi di mana bisa memperoleh kotak, kantong atau tas yang bisa diaur ulang. Dengan kemudahan seperti itu, diharapkan akan semakin banyak warga London yang berpartisipasi aktif dalam mensukseskan Recycle for London.

Selain menggunakan mobile marketing, pengelola kota London juga membuat iklan pada bis, poster dan media luar ruang lainnya untuk mendukung program ini.

Teknologi mobile dan pengelolaan database program ini dirancang oleh Incentivated Limited yang bersama walikota London telah membuktikan, bahwa teknologi bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mengajak warga kota berpartisipasi aktif membentuk wajah dan citra kota.

Online PublishingSeptember 15, 2005

National Geographic terbukti tidak hanya piawai dalam menyajikan informasi dunia geografi dan kehidupan masyarakat melalui media cetak dan televisi. Kali ini dalam proyek media online National Geographic Inside the Mafia, berhasil membuat tim juri WebAward Competiion 2005 mengganjar predikat Best of Show.

WebAward adalah organisasi nirlaba yang dibentuk Web Marketing Association. Bertujuan menumbuhkan kualitas dalam berkomunikasi melalui media online. Berbeda dengan Webby Awards di mana kategorisasi penghargaan lebih variatif, Web Award lebih menfokuskan pada internet marketing, online advertising, online public relations dan visual communication design. Karenanya, penjurian ditekankan dari aspek kualitas komunikasi pemasaran dan promosi serta efeknya terhadap target audiens.

Di tahun ke-9 ini, WebAward Competition 2005 diikuti oleh 33 negara dan berhasil menghimpun lebih dari 2.100 website.

National Geographic Inside the Mafia dikerjakan oleh rich media agency IQinteractive yang berkantor pusat di Atlanta. Sedangkan Zugara berhasil memborong 20 award.

Pemenang selengkapnya bisa dilihat di sini.

Online PublishingSeptember 14, 2005

Yahoo! Inc, akan mempunyai serdadu baru. Kali ini bukan untuk memperkuat barisan prajurit di pertempuran bisnis Internet, namun benar-benar serdadu yang masuk ke wilayah perang. Ya, benar-benar perang yang melibatkan konflik antar negara.

Lloyd Braun, kepala pengembangan media Yahoo! di Santa Monica mempunyai ide merekrut seorang veteran koresponden televisi untuk memproduksi website multimedia yang akan melaporkan secara langsung perang yang terjadi di seluruh dunia. Kevin Sites, koresponden terpilih, mulai akhir September akan berperan sebagai “SoJo” (solo journalist) dan mengunjungi pengakses di “Kevin Sites in the Hot Zone“, nama yang dipilih untuk proyek ini.

Cakupan reportase Sites di daerah konfilk yang sedang dilanda perang, cukup luas. Negara mana yang terbayang di benak Anda untuk dikunjungi Sites karena potensi konfiknya? Afghanistan? Chechnya? Irak? Anda tidak salah, memang negara-negara itulah yang mendapat prioritas. Setidaknya ada 15 negara yang akan diliput, termasuk Indonesia!

Selama di medan perang, Sites akan dibekali dengan peralalatan teknologi komunikasi yang canggih. Kelengkapan itu memungkinkan Sites selalu up-to-date melaporkan setiap kejadian. Lalu, kepentingan apa dibalik misi Yahoo! ini?

Selain memproduksi berita real time, Braun mengungkapkan bahwa misi ini juga untuk merespon pertumbuhan iklan di media online berformat video advertising. “Jika kami bisa menjalankan proyek ini dengan bagus, ini adalah langkah pertama kami untuk menunjukkan kepada masyarakat dunia, bagaimana kami mempresentasikan pesan dengan cara berbeda dari televisi,” papar Braun. Yang dimaksud Braun berbeda dari televisi tentu adalah faktor interaktifitas website ini nantinya, di mana pengakses bisa mengatur apa yang akan dia lihat, bahkan berinteraksi langsung dengan memberikan respon terhadap pesan yang disampaikan Sites melalui website ini.

Dengan kata lain Yahoo! ingin mengungkapkan: Jika di medan perang yang sesungguhnya kami bisa menyampaikan pesan secara menarik, begitu pula kami menyampikan pesan produk Anda di medan pertempuran iklan media online……

Serdadu-serdadu Yahoo! memang cerdik dan banyak akal.

Mobile Marketing, Online PublishingSeptember 13, 2005

Langkah Britney Spears kali ini agak tertata dan lumayan elegan. Setelah menapak dari satu kontroversi ke kontroversi yang lain, Britney serius menggarap brand personality dirinya. Di sela gencarnya terpaan media terhadap dirinya, dari soal pernikahan singkat, aksi seronok di panggung, hingga kehamilannya saat ini, Britney bersama Elizabeth Arden meluncurkan parfum berlabel ‘Fantasy Britney Spears‘.

Tidak seperti cara berpakaian Britney yang cenderung ‘terbuka’, online campaign Fantasy Britney Spears dirancang dengan jurus bermisteri. Kita tidak bisa segera membaui Britney…eh, maksudnya parfum ‘Fantasy Britney Spears’, atau bisa langsung melihat aksi Britney di website ini. Namun justru dihadapkan pada kotak terkunci.

Ingin membuka Britney? Aduh, maaf keliru lagi…. Ingin membuka kotak tersebut dan mengetahui isinya? Lengkapi nomor telepon, email dan hari kelahiran pada kolom yang tersedia. Dan kejutan dijanjikan oleh campaign ini.

Selain parfum, Britney juga membunyai online presenceBritney Spears Beauty‘. Apakah brand personality Britney mampu mendongkrak produk-produk ini? Menjadi tenar dengan cara kontroverial memang mudah, namun mempertahankan karisma produk tidak cukup dengan cara itu bukan?

Online Advertising, Mobile MarketingSeptember 8, 2005

Benda kecil bernama iPod saat ini sudah menjadi barang biasa bagi masyarakat. Namun kesempatan mendapatkan satu buah iPod setiap 5 menit selama satu bulan penuh tentu sesuatu yang lebih dari biasa. Dan itu terjadi dalam ‘Win With Walkers‘.

Sebagai produsen makanan ringan yang cukup terkenal di Inggris, Walkers menggelar campaign ini dengan strategi yang cukup baik. Aturan main dalam campaign ini pun cukup jelas dan mudah dimengerti publik.

‘Win With Walkers’ bisa diikuti dengan dua cara. Menggunakan mobile device (handphone, PDA) dan melalui website. Peserta cukup mengirimkan 10 digit kode produksi yang ada pada kemasan Walkers melalui SMS. Begitu juga jika peserta memilih mengikuti melalui website.

Bagaimana jika kode tersebut dikirimkan ganda atau kemungkinan adanya cracking waktu mengisi kode di website? Walkers telah mengantisipasi hal tersebut dengan metode sekuriti dan penjelasan yang bagus dalam campaign ini. Relevansinya pun menemukan maknanya, bukankah nikmat merasakan renyahnya snack sambil mendengarkan lagu-lagu dari iPod?

Online PublishingSeptember 6, 2005

Kreativitas Jose Avila, seorang pengguna jasa FedEx dari Arizona memang unik. Karena seringnya menggunakan jasa ekspedisi itu, Avila banyak mempunyai kardus-kardus bekas kiriman yang tentu berlogo FedEx. Kardus bekas itu dengan daya kreasi dan imajinasi yang cukup ‘nakal’ dia pakai untuk mendesain perabot rumah, jadilah ‘FedEx Furniture‘.

Barangkali saja ulah Avila ini tak akan menuai protes dan menjauhkan dia dari jerat hukum jika dia tidak meluncurkan ’situs resmi’ dari karya furniturnya. Sebuah teguran dengan tuduhan pelecehan merek dan pelanggaran hak cipta dilayangkan pihak FedEx. Menanggapi hal tersebut, Avila nampak terkejut karena apa yang dilakukan selama ini semata-mata karena dia pelanggan setia dan mencintai FedEx. Avila sangat percaya menggunakan FedEx antara lain karena kuatnya kardus— yang sudah dia buktikan dengan furnitur yang dia buat di apartemennya.

Kasus unik ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita menyangkut undang-undang dan aturan main tentang hak cipta di era digital. Tidak hanya menyangkut pembuatan domain merek tertentu dan kliam merek terhadap publikasi di media online, namun juga hal-hal lain yang akan terus mengemuka seiring semakin konvergennya media digital.

Amerikat Serikat saat ini mempunyi undang-undang yang cukup bagus mengenai hal ini, yaitu Digital Millennium Copyright Act yang dibuat pada 1998.

Kreativitas Avila memang menghasilkan kenyamanan yang mungkin menurut dia sama dirasakan jika dia membeli produk IKEA, namun dengan adanya tuntutan dari FedEx ini, masihkan dia merasa nyaman dengan kreasi furniturnya?

Mobile Marketing, What's NewSeptember 4, 2005

Jika Anda saat ini sering mendapatkan tawaran mengikuti kuis melalui SMS (Hey, atau Anda sedang membaca blog ini sambil mengirim kuis SMS?) tentu karena metode itu sedang menjadi trend. Perkembangan pesat pengguna telepon selular di Indonesia yang hingga kini mencapai 30 juta pengguna adalah alasan kuat mengapa aktifitas kuis SMS menjadi semakin marak.

Namun aktifitas itu bisa jadi akan segera menjadi sejarah.

The Times menjadi pemilik media pertama yang akan menjalankan sistem “mobile barcode marketing campaign“. Bekerjasama dengan Hewlett-Packard, The Times mengembangkan teknologi komunikasi pemasaran digital yang memungkinkan pembaca melakukan barcode scanning. Pembaca The Times bisa mengikuti kompetisi berhadiah ini dengan cara melakukan scanning teks berupa barcode yang ada di koran tersebut dengan kamera di handphone mereka. Koran, sebagai media ‘non interaktif’ pun memulai babak baru interaktifitasnya dengan dunia digital mobile.

Teknologi ini memang masih menemui beberapa kendala. Antara lain, peserta kompetisi harus mengunduh software aplikasi Active Print, yang hanya bisa berjalan pada software Symbian Series 60. Namun Times-HP tetap yakin sistem ini akan menjadi trend baru digital marketing. “Ini hanya sebuah ujicoba nyata,” kata James Law, Digital Marketing Manager The Times. “Namun ini adalah cara revolusioner untuk mengajak pembaca kami mengikuti kompetisi dengan effort yang rendah. Kami ingin mengetahui reaksi pembaca kami dengan adanya ujicoba ini,” imbuh Law. Memang selain dengan cara itu, pembaca The Times masih bisa mengikuti kompetisi dengan cara ‘konvensional’, mengetik 16 digit barcode lalu mengirimkan melalui SMS.

Teknologi ini tentu membuka peluang kreatif bagi pelaku pemasaran dengan media digital. Di Indonesia kendala utamanya masih pada infrastruktur dan pengetahuan pengguna telepon selular. Sistem barcode scanning ini hampir sama dengan teknologi MMS yang masih tersendat konsumsinya di Indonesia.

Namun, siapa bisa memprediksikan dengan tepat loncatan teknologi digital saat ini? Bukankah kita tidak mengira akan secepat ini pulsa telepon selular dijual di pinggir jalan dan gang-gang sempit?

Online Advertising, Mobile MarketingSeptember 3, 2005

Pilihan The Gillette Company menjadikan David Beckhan sebagai endorser produk alat cukur, berlanjut pada pembuatan campaign melalui media digital. Kali ini Gillette Italy dan Inggris memanfaatkan momen Piala Dunia 2006 yang akan berlangsung di Jerman.

Di Itali, Gillette menyelenggarakan kompetisi melalui mobile device. Pada setiap kemasan Gillette, baik produk alat cukur maupun gel pelembut, terdapat kode khusus yang digunakan untuk menjawab pertanyaan kompetisi ini. Kode tersebut dikirimkan melalui SMS. Pemenang akan mendapatkan tiket Piala Dunia 2006, menyaksikan aksi Beckham bercukur…eh, menggiring bola.

Sementara di Inggris, Gillette mengadakan “The Best Prize A Fan Can Get“. Kompetisi melalui website dengan hadiah kesempatan bertemu Beckham di klub Real Madrid.

Selebritis-atlit yang kabarnya untuk menjadi duta Gillette dihadiahi sebuah alat cukur bertatahkan berlian ini, nampaknya menjadi daya tarik kuat bagi konsumen produk Gillette: para pria dewasa. Dan Campaign ini pun bakal menuai sukses seperti slogan alat cukur Gillette, The Best A Man Can Get.

Categories: