Babak Baru Mobile Marketing: Mobile Barcode Promotion
Jika Anda saat ini sering mendapatkan tawaran mengikuti kuis melalui SMS (Hey, atau Anda sedang membaca blog ini sambil mengirim kuis SMS?) tentu karena metode itu sedang menjadi trend. Perkembangan pesat pengguna telepon selular di Indonesia yang hingga kini mencapai 30 juta pengguna adalah alasan kuat mengapa aktifitas kuis SMS menjadi semakin marak.
Namun aktifitas itu bisa jadi akan segera menjadi sejarah.
The Times menjadi pemilik media pertama yang akan menjalankan sistem “mobile barcode marketing campaign“. Bekerjasama dengan Hewlett-Packard, The Times mengembangkan teknologi komunikasi pemasaran digital yang memungkinkan pembaca melakukan barcode scanning. Pembaca The Times bisa mengikuti kompetisi berhadiah ini dengan cara melakukan scanning teks berupa barcode yang ada di koran tersebut dengan kamera di handphone mereka. Koran, sebagai media ‘non interaktif’ pun memulai babak baru interaktifitasnya dengan dunia digital mobile.
Teknologi ini memang masih menemui beberapa kendala. Antara lain, peserta kompetisi harus mengunduh software aplikasi Active Print, yang hanya bisa berjalan pada software Symbian Series 60. Namun Times-HP tetap yakin sistem ini akan menjadi trend baru digital marketing. “Ini hanya sebuah ujicoba nyata,” kata James Law, Digital Marketing Manager The Times. “Namun ini adalah cara revolusioner untuk mengajak pembaca kami mengikuti kompetisi dengan effort yang rendah. Kami ingin mengetahui reaksi pembaca kami dengan adanya ujicoba ini,” imbuh Law. Memang selain dengan cara itu, pembaca The Times masih bisa mengikuti kompetisi dengan cara ‘konvensional’, mengetik 16 digit barcode lalu mengirimkan melalui SMS.
Teknologi ini tentu membuka peluang kreatif bagi pelaku pemasaran dengan media digital. Di Indonesia kendala utamanya masih pada infrastruktur dan pengetahuan pengguna telepon selular. Sistem barcode scanning ini hampir sama dengan teknologi MMS yang masih tersendat konsumsinya di Indonesia.
Namun, siapa bisa memprediksikan dengan tepat loncatan teknologi digital saat ini? Bukankah kita tidak mengira akan secepat ini pulsa telepon selular dijual di pinggir jalan dan gang-gang sempit?




Kalau digunakan untuk mass marketing mungkin masih jauh dan lama. Lebih efektif kalau digunakan untuk kebutuhan internal atau B2B.
Comment by Jusuf — September 11, 2005 @
sebenarnya sih kalo barcode readernya dikembangin versi j2menya teknologi ini bisa berkembang lebih cepat. hampir semua cellphone sekarang dah dilengkapi dengan fitur j2me. cellphone berbasis symbian gak terlalu sebanyak yg berbasis j2me..
dari dulu dah tertarik banget ma teknologi ini..
implementasinya byk banget..
bayangin kalo anda punya grocery store yg memasok barang keperluan sehari2 ke rumah2 di sekitar toko anda. setiap kali ngambil barang dari kulkas, misalnya cola. customer bisa nyecan barcode di kaleng.. data ini tentu berguna buat kedua pihak. anda sebagai pemilik toko tahu kalo stok cola di klien anda berkurang 1, tinggal dibandingin ma jumlah cola di pembelian terakhir anda bisa tahu kira2 berapa sisa cola di kulkas klien itu and bisa nawarin delivery service ke klien. si klien dapet untung karena tanpa perlu dateng ke toko, dia bisa menjaga stok cola di kulkasnya..
implementasi laennya juga banyak..
ibu2 misalnya, dengan nyecan barcode suatu item, dia bisa ngecek daftar harga item tersebut di toko2 sekitar rumahnya.. and bisa mutusin di mana bisa dapetin harga terbaik untuk item itu..
dari dulu pengen ngembangin system kek gini terkendala waktu mlulu…
moga2 ada yg implementasiin segera..
Comment by frely — September 14, 2005 @
Bung Frely, bisa dijelaskan apa itu teknologi J2ME? Thanks.
Comment by Jusuf — September 14, 2005 @
j2me itu java 2 micro edition. sederhananya sih java buat di micro device kek ponsel ato pda gitu. coba cek di ilmukomputer.com, pasti ada intro ke j2me di sana. aku sendiri gak bisa java sama sekali
Comment by frely — September 20, 2005 @