FedEx Merambah Bisnis Furnitur?
Kreativitas Jose Avila, seorang pengguna jasa FedEx dari Arizona memang unik. Karena seringnya menggunakan jasa ekspedisi itu, Avila banyak mempunyai kardus-kardus bekas kiriman yang tentu berlogo FedEx. Kardus bekas itu dengan daya kreasi dan imajinasi yang cukup ‘nakal’ dia pakai untuk mendesain perabot rumah, jadilah ‘FedEx Furniture‘.
Barangkali saja ulah Avila ini tak akan menuai protes dan menjauhkan dia dari jerat hukum jika dia tidak meluncurkan ’situs resmi’ dari karya furniturnya. Sebuah teguran dengan tuduhan pelecehan merek dan pelanggaran hak cipta dilayangkan pihak FedEx. Menanggapi hal tersebut, Avila nampak terkejut karena apa yang dilakukan selama ini semata-mata karena dia pelanggan setia dan mencintai FedEx. Avila sangat percaya menggunakan FedEx antara lain karena kuatnya kardus— yang sudah dia buktikan dengan furnitur yang dia buat di apartemennya.
Kasus unik ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita menyangkut undang-undang dan aturan main tentang hak cipta di era digital. Tidak hanya menyangkut pembuatan domain merek tertentu dan kliam merek terhadap publikasi di media online, namun juga hal-hal lain yang akan terus mengemuka seiring semakin konvergennya media digital.
Amerikat Serikat saat ini mempunyi undang-undang yang cukup bagus mengenai hal ini, yaitu Digital Millennium Copyright Act yang dibuat pada 1998.
Kreativitas Avila memang menghasilkan kenyamanan yang mungkin menurut dia sama dirasakan jika dia membeli produk IKEA, namun dengan adanya tuntutan dari FedEx ini, masihkan dia merasa nyaman dengan kreasi furniturnya?




Sama seperti hidup penuh dengan dilemma!!!
Comment by fahmi — September 12, 2005 @
Seandainya saya pemilik FEDEX,,maka Avila akan saya berikan piagam penghargaan….we no need to pay for benchmarking,,Avila already did it for us…..ha,,ha,,ha
Comment by albert — November 5, 2007 @