Benda kecil bernama iPod saat ini sudah menjadi barang biasa bagi masyarakat. Namun kesempatan mendapatkan satu buah iPod setiap 5 menit selama satu bulan penuh tentu sesuatu yang lebih dari biasa. Dan itu terjadi dalam ‘Win With Walkers‘.
Sebagai produsen makanan ringan yang cukup terkenal di Inggris, Walkers menggelar campaign ini dengan strategi yang cukup baik. Aturan main dalam campaign ini pun cukup jelas dan mudah dimengerti publik.
‘Win With Walkers’ bisa diikuti dengan dua cara. Menggunakan mobile device (handphone, PDA) dan melalui website. Peserta cukup mengirimkan 10 digit kode produksi yang ada pada kemasan Walkers melalui SMS. Begitu juga jika peserta memilih mengikuti melalui website.
Bagaimana jika kode tersebut dikirimkan ganda atau kemungkinan adanya cracking waktu mengisi kode di website? Walkers telah mengantisipasi hal tersebut dengan metode sekuriti dan penjelasan yang bagus dalam campaign ini. Relevansinya pun menemukan maknanya, bukankah nikmat merasakan renyahnya snack sambil mendengarkan lagu-lagu dari iPod?




Hm… pernah denger Blingo (www.blingo.com)? Kayaknya cara marketingnya pun setipe dengan Walkers. Pengunjung dapat mencari menggunakan fasilitas Blingo dan secara random dipilih pemenang untuk memenangkan beberapa barang dari Blingo.
Entah kenapa, fasilitas ini kok kurang efektif yah buzz-nya di Indonesia. What do you think?
Comment by Ozzie — September 10, 2005 @
Bukan tidak efektif, Bung Ozzie, saya pikir hanya kurang memasyarakat saja, alias belum banyak yang tahu. Justru sistem ini berpotensi besar sebagai kanal marketing. Bukankah sebagian besar masyarakat kita sangat suka yang berbau ‘hadiah’ yang bisa (seakan-akan) didapat dengan mudah?
Hal lain yang membuat saya yakin akan berkembang adalah, digitalisasi sistem yang memungkinkan munculnya berbagai kreasi dan cara berpromosi maupun mengkomunikasikan sebuah produk.
Comment by Happy Hanantoputro — September 10, 2005 @
Digitalization… hm, sound sweet buat orang - orang yang memang kerjaan sehari - harinya melototin monitor komputer (ya kayak saya ini
).
Digitalisasi untuk wilayah Jakarta sebenarnya sudah memungkinkan karena sebagian besar penduduknya sudah wired, minimal kalangan menengah. Mahasiswa, eksekutif, dan kalangan profesional tentunya adalah target yang empuk untuk pengiklan, tetapi tampaknya kok ya belom ada yang serius menggarap ya?
Comment by Ozzie — September 10, 2005 @
Target digitalisasi marketing bukan hanya milik kalangan menengah-atas saja, kalau itu merujuk pada media telepon selular. Banyak juga yang ngikutin kuis-kuis melalui media telepon selular bukan dari kalangan itu. Justru kalangan menengah-bawah sangat getol ikut yang gituan.
Comment by Mariska Handoyo — September 11, 2005 @
Kalau begitu saya mengubah term yang saya gunakan, internetisasi marketing
Comment by Ozzie — September 11, 2005 @
digitalisasi? lovely but suspiciusly…
Comment by lily — September 16, 2005 @
Hi Mariska. It’s been a long time.
Comment by SOAR Advisor 98 — November 10, 2005 @