Sukses Usaha Berkat Sepatu Karet
Anda seorang executive officer yang sedang resah terhadap kinerja perusahaan? atau seorang manajer madya yang putus asa dengan tim Anda? Coba lihat bagian bawah Anda ketika Anda sedang bekerja, tepatnya pada telapak kaki Anda. Terbungkus sepatu kulit? Segeralah ganti dengan sepasang sepatu karet. Setiap hari. Setiap Anda masuk kerja.
Dan nikmatilah sanjungan karena Anda berhasil meningkatkan performa perusahaan sebesar 60 % dalam setahun. Takeshi Mushido, buktinya.
Businessman dari Jepang tersebut telah mencapai peningkatan produktifitas yang dramatis setelah memerintahkan semua pegawainya memakai sepatu karet. Awalnya setiap hari Jumat dengan program Friday Sneakers. Namun, karena semua menikmati, akhirnya jadilah Everyday Sneakers.

OK, saatnya berterus terang. Takeshi Mushido hanyalah tokoh fiktif, karena Everyday Sneakers adalah online campaign hasil rekayasa Courir, jaringan toko sepatu di Paris.
Mask, agency dari Perancis yang menangani online campaign ini sangat serius berparodi. Selain menampilkan TV show wawancara dengan Tuan Takeshi dan menciptakan hip-hop theme song, ditampilkan pula peluncuran buku Everyday Sneakers yang berisi filosofi bisnis Takeshi yang—karena seriusnya— hampir kita tidak percaya bahwa ini parodi.
Parodi yang berhasil membuahkan atensi.




terlepas dari sisi marketingnya, saya terus terang setuju dengan menggunakan sepatu karet/keds/sneakers setiap hari. selain nyaman digunakan, kelenturan karetnya memastikan kaki kita tidak dipaksakan dgn bentuk lain. Alas karetnya juga memastikan kita tidak akan slip sehingga jatuh.
terus terang saja, saya merasa kita dijajah oleh budaya harus bersepatu kulit untuk bekerja sehari hari. demikian juga berdasi… lha dasi itu kan digunakan orang di negara asalanya sebagai penghangat!
salam, wicak
Comment by wicak — September 24, 2005 @
strategi iklan yang bagus untuk bikin kita sadar kalau budaya berpakaian rapih jali lengkap dengan aksesorisnya (sepatu kulit dan dasi) sedikit membuat kinerja kita menurun karena stress menjaga penampilan yang akhirnya malah bikin gak nyaman dan repot sendiri, semoga ada solusi yang baik untuk membuat seseorang tampil rapih dan sopan tanpa harus sedikit menjajah “kebebasan” dan kenyamanan berpakaian???
Comment by opit — November 8, 2005 @
good & very good & very very good
Comment by sabbil nurrul anwar — November 10, 2005 @