Online PublishingOctober 30, 2005

Apa yang akan Anda lakukan jika impian memiliki mobil idaman belum tercapai? Memiliki replikanya? Mengkoleksi gambarnya? Atau melirik mobil yang sudah dipunyai tetangga? BMW Thailand mengajak meraih impian mobil idaman Anda dengan cara yang lebih “purba”: merakitnya dari kertas!

Uniknya, cara tersebut dilakukan dengan menggunakan media Internet melalui online presence di website mereka. Download replika yang tersedia, cetak, gunting, tempel dan nikmati….

Pendekatan yang unik, karena media Internet dengan konotasi high-tech-nya ternyata mampu memberi jalan bagi ide yang sangat sederhana namun orisinal dan relevan.

Cara ini tidak saja akan mengenalkan sejak dini brand BMW kepada anak-anak yang tentu menyukai aktifitas ‘menggunting-merekat’ ini. Namun juga mampu membangkitkan nostalgia masa kanak-kanak Anda akan impian memiliki mobil idaman. Setidaknya bagi Anda, aktifitas ini bisa menjadi hiburan tersendiri di tengah kesibukan Anda.

Online PublishingOctober 28, 2005

Apa yang menarik dari sebuah liputan televisi? Keserempakan pesan dan unsur real time, di mana pemirsa bisa menyaksikan secara langsung apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain yang jauh darinya? Bisa jadi itulah dominasi kelebihan media televisi.

Namun Yahoo! mencoba meretasnya dengan meluncurkan sebuah online publishing pada pertengah September lalu yang juga dimuat di weblog ini. Pada situs ini Yahoo! memaksimalkan kelebihan media internet dengan melakukan reportase seperti yang dilakukan media televisi, namun memberikan nilai tambah dengan unsur interaktifitas —sesuatu yang tidak dimiliki media televisi konvensional.

Lalu bagaimana hasilnya setelah lebih satu bulan berjalan?

Sungguh, acungan jempol patut diberikan oleh Kevin Sites, yang melakukan solo journalist dengan mendatangi daerah-daerah konflik di berbagai penjuru dunia. Salut juga teruntuk divisi pengembangan media Yahoo! yang berada di balik gagasan ini.

Reportase Kevin Sites in The Hot Zone memang mengagumkan. Dia tidak hanya sekadar melaporkan suatu kejadian, namun juga menghadirkan sisi detail lain yang sangat menyentuh, realistis dan penuh impresi tanpa mengurangi unsur dan kaidah jurnalisme berita. Lewat situs ini pula kita bisa belajar banyak bagaimana memaksimalkan media internet sebagai online publishing media.

Tentu saja kesuksesan ini berlanjut pada perolehan iklan —tujuan lain dari gagasan ini. Tercatat beberapa pemasang iklan yang pernah dan sedang menghiasi situs ini seperti Global Living, USA Today dan jaringan BBC.

Online AdvertisingOctober 27, 2005

Masih ingat film klasik King Kong? Kali ini remake film tersebut sedang gencar dipromosikan, khususnya di Eropa. Produser film ini melakukan online campaign dengan menggandeng produsen makanan ringan Pringles.

Campaign tersebut dibuat oleh Grey Interactive dengan meluncurkan mini-site Kong Promotion.

Pada site tersebut bisa ditemukan cuplikan film, foto-foto, e-card dan suara King Kong yang menggetarkan layar monitor Anda.

Dua permainan juga ditampilkan, hasil karya Inbox Digital. Advergame-nya cukup menarik dan mudah dimainkan, dengan tanpa mengabaikan unsur serunya permainan. Pemenang antara lain akan dibawa berkelana ke New Zealand, menemui King Kong… Ah, tentu bukan tapi untuk berwisata di sana. Disediakan juga hadiah-hadiah lain.

Lalu, apa relevansinya campaign ini dengan produk Pringles? Apa benar King Kong suka keripik kentang? Mengapa Pringles menggunakan King Kong sebagai endorser? Apakah image kekuatan yang diambil?

Relevansinya sederhana: jika Anda menikmati film King Kong, jangan lupa bawa Pringles.

Online Advertising, Local ContentsOctober 26, 2005

Sebuah klaim mengenai the first online reality show pernah disampaikan di sini. Tono Raharja, pengelola nikahyuk.com menanggapi mengenai posting tersebut seraya berjanji bahwa website tersebut akan ‘berbeda’ setelah tanggal 15 Oktober. Sejauh mana perbedaannya saat ini?

Salut untuk nikahyuk.com yang mampu menjaring konstestan cukup banyak dan beragam. Kesamaan mereka adalah sama-sama ingin menikah dan mendapatkan hadiah.

Fitur tambahan lain adalah voting oleh pengakses baik melalui web maupun SMS. Ini pun juga berhadiah. Selalu ditampilkan 20 pasangan yang paling tinggi nilainya. Nilai? Ya, sistem penilaian berdasarkan jumlah klik, vote melalui web dan vote melalui SMS. Tidak dijelaskan bagaimana menghitung total nilai kontestan.

Masing-masing kontestan bertutur tentang bagaimana awalnya mereka bertemu hingga cita-cita mereka setelah menikah kelak. Dari situlah pengakses/voter menentukan layak tidaknya memberi dukungan kepada kontestan. Fitur seperti ini sebenarnya masih bisa dimaksimalkan dengan memberi keleluasaan para kontestan untuk “mempengaruhi” voter. Bisa melalui fitur interaktif yang memungkinkan para kontestan meng-update halaman “promosi” mereka.

Misalnya dengan menceritakan tidak hanya sekadar bagaimana mereka bertemu dan apa cita-cita mereka, namun juga apa yang mereka perbuat untuk mempersiapkan pernikahan. Informasi para konstestan selalu ter-update. Sehingga voter memilih kontestan dengan alasan yang jelas dan kontestan pun diberi kesempatan untuk selalu bersaing berebut pengaruh para voter.

Jika itu terjadi, pantaslah disebut online reality show. Tapi bagaimanapun juga, the show must go on. Cukuplah jika ini adalah bagian dari strategi untuk mempromosikan weddingku.com yang berada di balik campaign ini.

Semoga para kontestan tetap akan menikah meskipun tidak mendapat hadiah.

What's NewOctober 24, 2005

Majalah Communication Arts, mengeluarkan edisi tahunan untuk kategori periklanan media interaktif dengan menampilkan campaign-campaign pilihan. Terangkum dalam terbitan mereka Interactive Annual 11.

Di publikasi itulah karya-karya kreatif yang sangat relevan, cerdas dan konstekstual hadir. Hasil dari olahan 7 juri yang sangat berkompeten di bidangnya. Media interaktif yang masuk dalam kategori ini adalah website, online advertising, kiosks, CD-ROM dan mobile-ad di PDA.

Terbagi dalam 5 kategori, Interactive Annual 11 menghasilkan 38 karya pemenang yang, yakinlah, semua patut mendapat apresiasi dan acungan jempol.

Nike, misalnya, menyajikan online presence yang sangat impresif untuk produk-produknya. Keindahan visual yang dipadu dengan kelengkapan informasi menjadi poin penting bagi juri untuk menetapkan site ini sebagai pemenang. Begitu juga yang dilakukan oleh Harley-Davidson.

Virgin Atlantic Airways melakukan dengan pendekatan yang agak berbeda: menekankan unsur humor dengan serius namun tetap relevan terhadap jasa yang ditawarkan.

Dalam kategori information design, simak tampilan The Museum of Modern Art yang kaya eksplorasi bentuk. Nikmati juga karya-karya dalam kategori lain, dijamin Anda akan merasakan perjalanan visual yang mencerdaskan.

Mobile Marketing, Local ContentsOctober 21, 2005

Tahukah Anda berapa pengguna jasa kereta api di Indonesia pada masa mudik Lebaran kali ini? Kementrian Perhubungan memprediksikan sekitar 2,7 juta lebih penumpang yang akan menggantungkan silaturahmi dengan keluarga mereka di kampung melalui jalur rel PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jalur darat, dalam hal ini kereta api, khususnya di Pulau Jawa memang masih menjadi angkutan dominan saat ini. Kepadatan jalur, pengaturan jadwal dan kebutuhan informasi tentu menjadi hal penting dalam siklus ini.

Salah satu layanan dari KAI untuk mengantisipasi hal itu adalah membuka jalur komunikasi melalui pesan pendek (SMS). Layanan SMS Info KRL, demikian jalur baru ini disebut.

Informasi yang bisa didapat antara lain informasi sisa tempat duduk, harga tiket, jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan. Tersedia juga info kereta api khusus untuk wilayah Jabodetabek.

KAI menggandeng PT Bitnet Komunikasindo (atau Bitnet yang menggandeng KAI?) melalui bozz.com dalam menyajikan layanan ini. Karenanya, tentu masyarakat yang menggunakan saluran informasi ini dipungut biaya lebih dari biaya pengiriman SMS biasa.

Apakah layanan informasi publik patut dikenakan biaya seperti itu?

——-
Simak juga tentang pemanfaatan mobile technology untuk kebijakan publik, di sini.

Online Advertising, Local ContentsOctober 20, 2005

Fenomena city car booming terutama di kota-kota besar di Indonesia ditandai dengan fantastisnya penjualan Honda Jazz. Sepanjang tahun 2005 ini, Honda Jazz telah mencapai angka penjualan sebanyak 27.487 unit. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui total penjualan Honda Jazz selama tahun 2004 lalu, yang tercatat sebanyak 24.844 unit.

Seperti layaknya bisnis yang sedang naik daun, produsen mobil yang lain pun berusaha membuat varian produk yang serupa, menyusul keberhasilan Honda Jazz. Salah satunya adalah Suzuki yang mengeluarkan city car Suzuki Swift. Guna menyambut peluncuran produk yang mengangkat tema It’s a Boy Thing ini, Suzuki mengeluarkan online game bertajuk Swift Minded Game.

Sayang, game yang ditampilkan di situs ini hanya menampilkan game trivia berupa pertanyaan dengan pilihan jawaban. Mungkin dimaksudkan untuk menggali pengetahuan pengakses mengenai seluk beluk Suzuki Swift.

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dijadikan permainan secara interaktif, mengingat karakter mobil ini yang sangat menarik konsumen muda usia. Apalagi tagline-nya cukup menantang: Wanna Play? Sayang kan jika game-nya hanya sebatas pertanyaan dengan pilihan berganda?

Online AdvertisingOctober 19, 2005

Menyambut kejuaraan golf HSBC Champions di Shanghai, China awal November ini, HSBC mengeluarkan advergaming [ see define ] baru bertajuk HSBC Global Golf Challenge.

Target utama dari online campaign ini adalah penggemar golf berumur 25-60 tahun. Ditujukan khususnya bagi warga negara Inggris Raya. HSBC memanfaatkan jasa konsultan digital marketing Panlogic untuk mengembangkan game ini.

HSBC Worldwide serius menggarap penggemar olahraga golf. Selain membuat advergaming ini, HSBC juga mengelola sebuah online publishing mengenai golf, yaitu HSBC Golf.

Permainan online dalam HSBC Global Golf Challenge ini pun cukup serius. Berbeda dengan game golf pada umumnya, game ini memerlukan keakuratan pengukuran sebelum memutuskan untuk meng-klik. Seserius sebelum kita mengayunkan stik golf pada permainan golf yang sebenarnya.

Dibagi menjadi dua mode tingkat kesulitan, Arcade Mode dan Pro Model, pemenang akan mandapatkan hadiah terbang ke Shanghai, China.

What's NewOctober 18, 2005

Jurnalisme warga —kegiatan jurnalistik yang melibatkan warga biasa sebagai pewarta— semakin berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan alat dan media komunikasi. Saat ini perkembangannya bukan hanya ditentukan oleh alat yang digunakan, namun juga keterlibatan audiens yang berkembang tidak hanya menjadi obyek berita, tapi juga berperan sebagai subyek.

Kuli tinta adalah sebutan bagi jurnalis di jaman sebelum komputer digunakan. Lalu sebutan itu terkikis seiring banyaknya jurnalis yang menggunakan word processor dan komputer. Maka timbullah sebutan kuli disket, merujuk pada media penyimpan data berita yang akan mereka publikasikan. Sekarang banyak kalangan jurnalis yang tidak menggunakan lagi disket, melainkan storage device yang lebih mungil seperti USB flashdisk.

Dan kini sebutan jurnalis sudah melangkah jauh dengan genre baru, Cell Journalist.

Jurnalisme selular? Wartawan yang membawa telepon selular? Bukankah sudah jamak hal itu terjadi?

Cell Journalist memang memanfaatkan handphone sebagai media pewarta. Namun konsepnya tidak sekadar itu. Warga dilibatkan aktif dalam proses pembuatan berita. Jadi jika Anda sedang bepergian dan menyaksikan suatu kejadian —apapun kejadiannya— Anda bisa mengirimkan berita, foto maupun video melalui handphone Anda atau melalui email. Jerih payah Anda akan dihargai $ 50 setiap foto atau video hasil bidikan Anda digunakan.

Siapa pengguna berita, foto dan hasil bidikan video Anda? Itulah yang akan dihimpun oleh Cell Journalist. Mereka akan mendistribusikannya ke outlet-outlet media yang tersebar. Saat ini diklaim telah siap lebih dari 200.000 media outlet.

Cerahkan masa depan model bisnis informasi ini? “Anggota Cell Journalist berkembang sangat pesat. Kami gembira menyambut setiap anggota baru dari seluruh dunia,” papar Parker Polidor, President of Cell Journalist. Seolah mengisyaratkan optimisme dia akan masa depan jurnalisme telepon selular.

Selamat tinggal kuli disket, apalagi kuli tinta!

Online AdvertisingOctober 17, 2005

Situs penjualan tiket-film online, Fandango mencoba menggali fantasi dan memori masa kecil kita dengan mangadakan kontes pembuatan karakter boneka dari tas kertas (paper bag). Fandango’s Fan-Made Bag Puppet Contest memperebutkan hadiah total senilai $1,350.

Kriteria kontes ini adalah 40 % penilaian dari sisi kreativitas, 40 % dari sisi material yang digunakan (benar, Anda diperbolehkan menggunakan materi lain sebagai pelengkap selain tas kertas). Sedangkan 20 % kriteria penilaian didasarkan pada pilihan dari pengakses situs kontes ini.

Setelah dipilih lima finalis, kembali peran pengakses Fandango (Fandango’s Fan) akan memilih secara online karakter boneka yang berhak memenangkan kontes ini.

Melalui campaign ini Fandango nampaknya ingin menggali kemampuan para penikmat film akan imajinasi karakter. Bukankah mereka, para penikmat film dan pengguna jasa tiket online, adalah individu-individu yang selalu bertatap muka dengan berbagai karakter yang mereka jumpai di film?

Jadi, masih relevan, bukan?

Mobile MarketingOctober 15, 2005

Setelah sukses melepas lebih dari satu juta iPod Nano dalam kurun waktu hanya 2 minggu, Apple Computer melanjutkan inovasinya dengan meluncurkan New Video iPod. Produk terbaru ini memungkinkan pemakai menikmati film dan acara televisi, selain fitur standar lain seperti mendengarkan musik, menyimpan foto dan file lainnya.

Produk ini segera disambut oleh Walt Disney’s untuk melakukan mobile marketing dengan menjadikan iPod sebagai medium produk-produk Disney’s. Film seri “Lost” dan “Desperate Housewives” segera bisa dinikmati dengan cara men-download film-film tersebut sehari setelah ditayangkan di jaringan televisi. Biaya sekali download adalah $ 1.99.

Selain dari Disney’s dan ABC, perusahaan animasi Pixar, membuat film khusus untuk iPod baru ini, yaitu film pendek berjudul “For the Birds”

Film-film tersebut tersaji di layar sebesar 2.5 inch yang mampu memutar selama 150 jam tayang. Nyamankah menyaksikan film dalam layar sekecil itu? Namun melihat sepak terjang Apple dengan Steve Jobs sebagai nakhodanya, nampaknya kendala itu akan segera diatasi. Dengan menciptakan jaringan dan kolaborasi bersama penyedia content seperti Disney’s tidak menutup kemungkinan strategi ini akan menjadi media baru distribusi content serta —tentu saja— media periklanan baru.

Mobile MarketingOctober 1, 2005

Selama ini kita mengenal media point-of sale [ see define ] sebagai media yang pasif. Kalaupun ada interaktivitas, hanya sebatas tampilan yang mampu mengundang perhatian kita tanpa ada kesempatan melakukan umpan balik. Mungkin Anda pernah menjumpainya di gerai atau lorong-lorong supermarket.

Tak lama lagi, media ini akan menemukan interaktivitasnya yang baru berkat teknologi bluetooth [ see define ] yang dikembangkan oleh Hypertag.

Teknologi ini memungkinkan komunikasi antara point-of-sale dengan telepon selular yang mempunyai fasilitas bluetooth. Point-of-sale-nya sendiri bisa berupa poster, gerai, kiosk, etalase atau sign.

Saat ini yang telah memanfaatkan teknologi ini antara lain jaringan buku Waterstone’s dan Macmillan. Buku pertama dari Macmillan yang dipromosikan melalui bluetooth mobile marketing campaign ini adalah All American Girl: Ready or Not. Poster-poster tentang buku itu –bertenaga battery dan bluetooth ready– telah terpasang di etalase-etalase toko di beberapa jalan utama di Inggris.

Categories: