Sebuah klaim mengenai the first online reality show pernah disampaikan di sini. Tono Raharja, pengelola nikahyuk.com menanggapi mengenai posting tersebut seraya berjanji bahwa website tersebut akan ‘berbeda’ setelah tanggal 15 Oktober. Sejauh mana perbedaannya saat ini?

Salut untuk nikahyuk.com yang mampu menjaring konstestan cukup banyak dan beragam. Kesamaan mereka adalah sama-sama ingin menikah dan mendapatkan hadiah.

Fitur tambahan lain adalah voting oleh pengakses baik melalui web maupun SMS. Ini pun juga berhadiah. Selalu ditampilkan 20 pasangan yang paling tinggi nilainya. Nilai? Ya, sistem penilaian berdasarkan jumlah klik, vote melalui web dan vote melalui SMS. Tidak dijelaskan bagaimana menghitung total nilai kontestan.

Masing-masing kontestan bertutur tentang bagaimana awalnya mereka bertemu hingga cita-cita mereka setelah menikah kelak. Dari situlah pengakses/voter menentukan layak tidaknya memberi dukungan kepada kontestan. Fitur seperti ini sebenarnya masih bisa dimaksimalkan dengan memberi keleluasaan para kontestan untuk “mempengaruhi” voter. Bisa melalui fitur interaktif yang memungkinkan para kontestan meng-update halaman “promosi” mereka.

Misalnya dengan menceritakan tidak hanya sekadar bagaimana mereka bertemu dan apa cita-cita mereka, namun juga apa yang mereka perbuat untuk mempersiapkan pernikahan. Informasi para konstestan selalu ter-update. Sehingga voter memilih kontestan dengan alasan yang jelas dan kontestan pun diberi kesempatan untuk selalu bersaing berebut pengaruh para voter.

Jika itu terjadi, pantaslah disebut online reality show. Tapi bagaimanapun juga, the show must go on. Cukuplah jika ini adalah bagian dari strategi untuk mempromosikan weddingku.com yang berada di balik campaign ini.

Semoga para kontestan tetap akan menikah meskipun tidak mendapat hadiah.