Sekitar empat tahun lalu, ketika terlintas di benak Tony Fernandes [ see profile ] hasrat untuk memiliki bisnis penerbangan murah, Tony tidak juga segera mendapatkan lisensi. Baru setelah dia membeli sebuah maskapai penerbangan yang nyaris bangkrut, sejak itulah terkuak fenomena penerbangan murah yang sekarang menjadi dambaan para penumpang pesawat di Asia.

Kesuksesan Tony dan Air Asia ini dirayakan dengan mengadakan online campaign berupa pemberian 2.000.000 kursi gratis untuk 60 rute penerbangan di seluruh Asia.

Kesempatan terbang gratis maskapai yang mempunyai slogan “Now Everyone Can Fly” ini hanya dapat diperoleh secara online di www.airasia.com atau pesan melalui mobile.airasia.com. Mobile campaign hanya tersedia untuk telepon seluler dan alat nirkabel lain berteknologi GPRS, 3G, dan EDGE. Periode booking yang berlaku adalah sejak 7-28 Desember 2005 dengan periode penerbangan 7 Februari-10 Oktober 2006.

Campaign ini didukung dengan print ad di beberapa media cetak terkemuka. Salah satunya adalah di Harian Kompas dengan ukuran 2 halaman penuh (!). Namun, di tengah gencarnya promosi ini berlangsung, terselip berita tidak sedap tentang keabsahan penerbangan domestik Air Asia di Indonesia. Meskipun sudah mengakuisisi Awair dan menjadi PT Indonesia Air Asia, namun maskapai ini masih belum boleh melakukan penerbangan domestik di Indonesia.

Apakah ini hanya salah komunikasi antara pemerintah dengan manajemen Air Asia, atau memang benar Air Asia melanggar aturan?