Online Advertising, Local ContentsFebruary 15, 2006

Percayakah Anda bahwa es krim mempunyai kontribusi penting dalam upaya memikat lawan jenis? Setidaknya itulah yang coba diyakinkan oleh produsen es krim Wall’s dalam online campaign yang mereka lakukan. Kali ini mengedepankan salah satu varian produknya, Conello. Target sasarannya anak muda. Lebih fokus lagi, anak muda yang sedang dalam proses usaha memikat lawan jenis. Lebih fokus lagi? Ya, anak muda yang memerlukan dukungan tambahan untuk memikat lawan jenis. Dan dukungan itu adalah sepotong es krim. Maka jadilah Conello Jago Gebet.

Desain web site cukup menarik dan fresh dengan loading page yang tidak terlalu berat. Meskipun relevansi tema “gebetan” dengan produk terkesan dipaksakan, namun upaya kreatif dalam online campaign ini cukup memberikan diferensiasi terhadap produk sejenis. Penamaan varian produk dalam “Conello Flavor of Love” dilakukan dengan kreatif. Naming untuk produk dengan rasa tiramisu misalnya, menjadi Tiramiss You — yang tidak tertutup kemungkinan akan menjadi bahan pembicaraan atau bahkan menjadi “bahasa” baru di kalangan target sasaran.

Deferensiasi lain adalah adanya kontes pembuatan video “Jago Gebet”. Entah bagaimana respon target sasaran produk terhadap kontes ini mengingat ketika tulisan ini dibuat, belum ada kiriman dari peserta. Fasilitas Shout Out box di halaman depan lumayan menarik pengunjung untuk kembali lagi ke web site ini. Game juga ditampilkan, namun sangat miskin tantangan. Menu “Nge-Game Yuk” lebih pantas diganti dengan intermezzo atau rehat, karena aplikasi yang ditampilkan tidak layak untuk disebut game.

Jika tujuan utama online campaign ini adalah untuk lebih menanamkan brand pada target sasaran Conello, patut dipertanyakan kerhasilannya. Konfigurasi content yang ada menyebabkan brand Conello beserta product knowledge-nya sendiri akhirnya tenggelam dalam info-info mengenai “dunia pergebetan”. Perlu diupayakan untuk menajamkan relevansi tema terhadap produk, analisa content, fokus pada satu tujuan dan pembuatan copywriting yang lebih cerdas.

Berhasilkah Conello menggebet konsumennya melalui online campaign ini?

Online Advertising, Local ContentsDecember 13, 2005

Sekitar empat tahun lalu, ketika terlintas di benak Tony Fernandes [ see profile ] hasrat untuk memiliki bisnis penerbangan murah, Tony tidak juga segera mendapatkan lisensi. Baru setelah dia membeli sebuah maskapai penerbangan yang nyaris bangkrut, sejak itulah terkuak fenomena penerbangan murah yang sekarang menjadi dambaan para penumpang pesawat di Asia.

Kesuksesan Tony dan Air Asia ini dirayakan dengan mengadakan online campaign berupa pemberian 2.000.000 kursi gratis untuk 60 rute penerbangan di seluruh Asia.

Kesempatan terbang gratis maskapai yang mempunyai slogan “Now Everyone Can Fly” ini hanya dapat diperoleh secara online di www.airasia.com atau pesan melalui mobile.airasia.com. Mobile campaign hanya tersedia untuk telepon seluler dan alat nirkabel lain berteknologi GPRS, 3G, dan EDGE. Periode booking yang berlaku adalah sejak 7-28 Desember 2005 dengan periode penerbangan 7 Februari-10 Oktober 2006.

Campaign ini didukung dengan print ad di beberapa media cetak terkemuka. Salah satunya adalah di Harian Kompas dengan ukuran 2 halaman penuh (!). Namun, di tengah gencarnya promosi ini berlangsung, terselip berita tidak sedap tentang keabsahan penerbangan domestik Air Asia di Indonesia. Meskipun sudah mengakuisisi Awair dan menjadi PT Indonesia Air Asia, namun maskapai ini masih belum boleh melakukan penerbangan domestik di Indonesia.

Apakah ini hanya salah komunikasi antara pemerintah dengan manajemen Air Asia, atau memang benar Air Asia melanggar aturan?

Online Publishing, Local ContentsNovember 18, 2005

Sebuah film tentang anak muda di era information age. Dikomunikasikan melalui media yang menjadi primadona di era itu: internet. Kru film Garasi melakukan hal tepat itu dengan online publishing yang digarap cukup impresif. Setidaknya roh film sudah membayang melalui site ini.

Produksi Miles Films yang diklaim menghabiskan dana Rp 5 milliar ini banyak mengambil lokasi di Bandung. Rencana edar di awal 2006, karenanya banyak informasi di website Garasi yang masih dikunci: akan dibuka pada saat-saat tertentu. Sehingga pengakses diharapkan akan selalu kembali berkunjung. Semoga ini adalah benar-benar sebuah strategi, bukan sekadar pekerjaan site yang belum selesai dan sebagai kamuflase dari “penyakit under-construction“.

Hal menggembirakan dari publishing Garasi adalah kelengkapan fiturnya. Dari yang standar seperti, sinopsis, galeri foto, di balik pembuatan, download wallpaper hingga mengenai podcasting [ see define ] —meskipun pada saat tulisan ini dibuat, “garasi” halaman ini masih terkunci (will be unlocked on December 1, 2005).

Jika ada yang masih kurang, website ini sepi dari sound. Bukankah ini site film tentang musik yang berkoar: “Will rock the cinema“?

Online Publishing, Local ContentsNovember 16, 2005

Layanan mencetak foto online. Apa yang terpikir di benak Anda tentang hal itu? Kemudahan? Praktis? Atau justru ribet? Keduanya bisa jadi benar. Satu sisi, Anda akan bisa mencetak foto dengan harga cetak standar ditambah ongkos kirim tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda. Sisi lain, bukankah sekarang ini gerai cetak foto digital sudah merambah di mana-mana?

Terlepas dari itu, upaya situs penyedia album dan cetak foto online ini patut disambut baik kehadiarannya.

Anda bisa mamanfaatkan jasa fotoku.com, misalnya untuk memberikan kejutan pada orang terdekat Anda. Cetak dan kirimkan foto Anda ke alamat yang tertuju. Dengan metode pembayaran melalui transfer Bank Central Asia dan Bank Mandiri, situs ini didukung nama sohor di dunia fotografi, Fuji Film.

Kita tunggu perkembangan fotoku.com dengan harapan akan semakin variatif fitur dan layanannya dengan memaksimalkan aspek digitalisasi dari media yang digunakan. Pengembangan fitur “frame” atau “theme” misalnya, bisa ditambahkan. Sehingga peminat bisa bermain-main dengan foto yang ingin dicetak dengan manambah frame, memasukkan atau menggabungkan foto dalam theme tertentu, dan fitur lain yang intinya satu: membuat orang ketagihan datang ke website ini untuk kemudian mencetak foto.

Online Publishing, Local ContentsNovember 4, 2005

Bagaimana ya, strategi komunikasi untuk hal-hal yang sensitif dan spesifik? Terutama untuk target audiens seperti masyarakat Indonesia yang masih tabu pada satu sisi namun sangat permisif di sisi lain? Tidak mudah memang. Dan Bayer Health Care sepertinya terjebak dalam situasi seperti itu ketika meluncurkan apa yang mereka sebut Api Cinta.

Dalam publikasi online ini, Bayer ingin menginformasilkan obat untuk (utamanya) disfungsi ereksi. Tidak mudah memang melakukan itu, namun juga tidak mungkin untuk bertindak lebih cerdas tanpa terkesan tabu, apalagi norak.

Bayer dalam publikasi ini menampilkan Advice Column (yang isinya hanya form untuk dikirim ke dr. Naek L. Tobing, tanpa ada kesempatan pengakses untuk mengetahui problem-problem lain yang sudah pernah ditanyakan), Articles (yang isinya hanya gambar sepasang “bule” berciuman, tanpa ada artikel sama sekali), Relationship Tips (yang terdapat tulisan “10 Cara Paling Top untuk Pulih dari Putus Cinta” —adakah hubungan antara putus cinta dengan masalah seks?), Sex Tips (yang diambil dari sumber lain dan bukan dari pakar kesehatan/seksualitas dari Bayer), Forum (lagi-lagi hanya berisi form!).

Isi lain dari website yang didukung dengan publikasi di media online dan media cetak ini adalah mengenai Competition (maksudnya sih kompetisi pasangan paling romantis, tapi ilustrasinya adalah pasangan berpelukan, jadi kesannya “making love” competition) dan Amazing Sex Facts (no comment!).

Masih dalam website ini, ditampilkan pula komik Levi & Vitra. Dari komik inilah kemudian diketahui bahwa “Api Cinta” yang dimaksud di sini adalah Levitra. Lalu, mengapa meski disembunyikan menjadi “api cinta”?

Media Internet sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih jauh lagi dengan memberikan akses terbatas kepada target audiens yang akan dituju. Misalnya hanya pengakses yang benar-benar dewasalah yang bisa masuk ke area tertentu di website ini untuk mengakses informasi-informasi yang sensitif. Sehingga dengan demikian tidak perlu lagi malu-malu untuk menginformasikan sesuatu yang memang sudah menjadi pesan utama untuk target audiens-nya.

Dengan akses terbatas itu —tentunya dengan mekanisme membership access— komunikasi dengan target audiens yang utama pun bisa lebih intensif dan terarah.

Akhirnya, online publishing ini terjebak antara sebagai sarana community building dengan website yang bermisi menginformasikan produk. Tanggung. Malu-malu.

Online Publishing, Local ContentsNovember 2, 2005

Sunsilk identik dengan keindahan dan kesehatan rambut. Rambut lurus, panjang dan lemas adalah identifikasi lain dari “platform” tentang keindahan rambut yang dibuat oleh pelaku industri toiletris (atau biro iklannya?). Sunsilk, sebagai brand ternama di bidang ini mencoba melebarkan wilayah (tidak hanya berbicara soal rambut) dengan membuat Sunsilk Circle of Beauty dengan tagline “Cantik Satu, Cantik Semua”. Targetnya adalah meyakinkan bahwa semua orang bisa cantik (kalau memakai Sunsilk?).

Sebagai penguat upaya meyakinkan targetnya itu, dibuatlah online publishing sebagai pendukung. Sunsilk Beauty Camp menampilkan versi online dari aktifitas yang dilakukan Sunsilk dalam rangkaian Sunsilk Circle of Beauty yang bekerjasama dengan majalah Cosmopolitan ini.

Nuansa ceria khas anak muda menguasai tiap jengkal halaman web ini, dengan sentuhan latar belakang suasana Bali —tempat di mana acara puncak diselenggarakan. Informasi yang tersedia standar, nilai plus pada ditampilkannya segmen Fun Stuff yang menyediakan ringtone, wallpaper dan TV commercial yang cukup ringan untuk dimainkan.

Seperti umumnya brand site yang ada di Indonesia, updating content sangat minim. Namun, cukuplah jika site ini hanya sebagai media informasi mengenai sebuah kegiatan. Klik web ini, percayalah yang ada di dalamnya cantik semua.

Online Advertising, Local ContentsOctober 26, 2005

Sebuah klaim mengenai the first online reality show pernah disampaikan di sini. Tono Raharja, pengelola nikahyuk.com menanggapi mengenai posting tersebut seraya berjanji bahwa website tersebut akan ‘berbeda’ setelah tanggal 15 Oktober. Sejauh mana perbedaannya saat ini?

Salut untuk nikahyuk.com yang mampu menjaring konstestan cukup banyak dan beragam. Kesamaan mereka adalah sama-sama ingin menikah dan mendapatkan hadiah.

Fitur tambahan lain adalah voting oleh pengakses baik melalui web maupun SMS. Ini pun juga berhadiah. Selalu ditampilkan 20 pasangan yang paling tinggi nilainya. Nilai? Ya, sistem penilaian berdasarkan jumlah klik, vote melalui web dan vote melalui SMS. Tidak dijelaskan bagaimana menghitung total nilai kontestan.

Masing-masing kontestan bertutur tentang bagaimana awalnya mereka bertemu hingga cita-cita mereka setelah menikah kelak. Dari situlah pengakses/voter menentukan layak tidaknya memberi dukungan kepada kontestan. Fitur seperti ini sebenarnya masih bisa dimaksimalkan dengan memberi keleluasaan para kontestan untuk “mempengaruhi” voter. Bisa melalui fitur interaktif yang memungkinkan para kontestan meng-update halaman “promosi” mereka.

Misalnya dengan menceritakan tidak hanya sekadar bagaimana mereka bertemu dan apa cita-cita mereka, namun juga apa yang mereka perbuat untuk mempersiapkan pernikahan. Informasi para konstestan selalu ter-update. Sehingga voter memilih kontestan dengan alasan yang jelas dan kontestan pun diberi kesempatan untuk selalu bersaing berebut pengaruh para voter.

Jika itu terjadi, pantaslah disebut online reality show. Tapi bagaimanapun juga, the show must go on. Cukuplah jika ini adalah bagian dari strategi untuk mempromosikan weddingku.com yang berada di balik campaign ini.

Semoga para kontestan tetap akan menikah meskipun tidak mendapat hadiah.

Mobile Marketing, Local ContentsOctober 21, 2005

Tahukah Anda berapa pengguna jasa kereta api di Indonesia pada masa mudik Lebaran kali ini? Kementrian Perhubungan memprediksikan sekitar 2,7 juta lebih penumpang yang akan menggantungkan silaturahmi dengan keluarga mereka di kampung melalui jalur rel PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jalur darat, dalam hal ini kereta api, khususnya di Pulau Jawa memang masih menjadi angkutan dominan saat ini. Kepadatan jalur, pengaturan jadwal dan kebutuhan informasi tentu menjadi hal penting dalam siklus ini.

Salah satu layanan dari KAI untuk mengantisipasi hal itu adalah membuka jalur komunikasi melalui pesan pendek (SMS). Layanan SMS Info KRL, demikian jalur baru ini disebut.

Informasi yang bisa didapat antara lain informasi sisa tempat duduk, harga tiket, jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan. Tersedia juga info kereta api khusus untuk wilayah Jabodetabek.

KAI menggandeng PT Bitnet Komunikasindo (atau Bitnet yang menggandeng KAI?) melalui bozz.com dalam menyajikan layanan ini. Karenanya, tentu masyarakat yang menggunakan saluran informasi ini dipungut biaya lebih dari biaya pengiriman SMS biasa.

Apakah layanan informasi publik patut dikenakan biaya seperti itu?

——-
Simak juga tentang pemanfaatan mobile technology untuk kebijakan publik, di sini.

Online Advertising, Local ContentsOctober 20, 2005

Fenomena city car booming terutama di kota-kota besar di Indonesia ditandai dengan fantastisnya penjualan Honda Jazz. Sepanjang tahun 2005 ini, Honda Jazz telah mencapai angka penjualan sebanyak 27.487 unit. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui total penjualan Honda Jazz selama tahun 2004 lalu, yang tercatat sebanyak 24.844 unit.

Seperti layaknya bisnis yang sedang naik daun, produsen mobil yang lain pun berusaha membuat varian produk yang serupa, menyusul keberhasilan Honda Jazz. Salah satunya adalah Suzuki yang mengeluarkan city car Suzuki Swift. Guna menyambut peluncuran produk yang mengangkat tema It’s a Boy Thing ini, Suzuki mengeluarkan online game bertajuk Swift Minded Game.

Sayang, game yang ditampilkan di situs ini hanya menampilkan game trivia berupa pertanyaan dengan pilihan jawaban. Mungkin dimaksudkan untuk menggali pengetahuan pengakses mengenai seluk beluk Suzuki Swift.

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dijadikan permainan secara interaktif, mengingat karakter mobil ini yang sangat menarik konsumen muda usia. Apalagi tagline-nya cukup menantang: Wanna Play? Sayang kan jika game-nya hanya sebatas pertanyaan dengan pilihan berganda?

Mobile Marketing, Local ContentsSeptember 19, 2005

Hi aku semangat deh hr ini krn semlm tidur lelap trus suting hr ini
kyknya lancar semua trus br beli tiker hehe lmayan buat tiduran dilokasi

Sekilas, gaya bahasa dalam kalimat di atas bisa mudah ditebak bahwa itu adalah pesan pendek atau SMS. Tapi tunggu dulu, ada kata “suting” di kalimat itu. Apakah yang dimaksud adalah “shooting”? Benar. Kalau begitu itu SMS dari seorang bintang film? Benar.

Saya mendapatkan SMS itu dari Happy Salma. Rutin setiap 2 atau 3 hari, tapi juga sering lebih dari 5 hari, tergantung mood dia.

Anda tidak perlu iri, karena Anda pun bisa mendapatkan hal serupa. Bahkan tidak hanya dari Happy Salma, tapi juga dari Krisdayanti, Liza Natalia, Sarah Azhari (ingat, Anda hanya mendapatkan SMS dari dia, tidak yang lain…), Dian Nitami, Titi DJ. Mereka adalah sebagian dari selebritis lokal yang tergabung dalam SMS Selebriti.

Sayang ide bagus ini hanya sebatas komunikasi searah antara selebritis dengan penggemarnya (atau dengan orang-orang iseng yang sedang “bulan madu” dengan SMS). Masih diragukan apakah mobile campaign ini mampu membangun dan memelihara brand personality para selebritis itu.

Jika perencanaan content dan sistem tidak diperbaharui, bukan tidak mungkin layanan ini akan ditinggalkan penggemarnya, dan orang-orang iseng tadi…

Mobile Marketing, Local ContentsAugust 27, 2005

Awali dengan sikat gigi, tuntaskan dengan Listerine. Awali dengan membeli, tuntaskan dengan mengirim SMS. Dan tunggu hari Jumat.

Kenapa Jumat? Karena tiap hari itulah saatnya diumumkan 20 pemenang dalam Listerine FUNtastic Friday. Mobile marketing yang digagas Listerine ini mensyaratkan pengiriman SMS berupa tanggal, tempat dan kota di mana Anda membeli Listerine, sesuai struk pembelian. Hadiahnya cukup menarik dan ‘fun’. Dari Mini iPod, Kamera Lomo, Nokia N-gage, Play Station 2 hingga DVD Player.

Cara ini cukup menarik karena meskipun belum sepenuhnya menggunakan digitalisasi dalam komunikasi pemasaran (masih mensyaratkan bukti struk pembelian), upaya Listerine membuka wacana baru dalam melakukan program digital marketing. Bukan tidak mungkin sebentar lagi di Indonesia akan lazim ditemui program yang “sepenuhnya digital”, seperti misalnya mobile coupon, mobile discount, mobile voucher dan variasi mobile marketing lain.

Tidak dijelaskan dalam program Listerine ini, apakah setiap struk hanya berhak untuk satu kiriman SMS, mengingat biasanya orang akan cenderung mengirimkan sebanyak-banyaknya demi terbukanya peluang memenangkan undian.

Mobile Marketing, Local ContentsAugust 25, 2005

Parkir kendaraan di kota besar di Indonesia, terutama Jakarta identik dengan rasa was-was dan biaya mahal. Tak jarang, meskipun sudah membayar mahal, masih saja ada laporan kehilangan. Dari kehilangan yang sepele seperti barang bawaan, kaca spion hingga raibnya mobil yang diparkir. Tentu tak sulit mencari orang yang setuju dengan kondisi tersebut.

Di tengah bayangan asumsi seperti itu dan rumor dinaikkannya biaya parkir, Secure Parking Indonesia mengadakan mobile campaign ‘Parkir Aja Dapat Mobil’. Perusahaan jasa perparkiran yang mempunyai jaringan di Australia, Malaysia, New Zealand, Lebanon dan Saudi Arabia ini sudah berkiprah selama 13 tahun di Indonesia.

‘Parkir Aja Dapat Mobil’ juga dimaksudkan sebagai peringatan 25 tahun keberadaan Secure Parking Networks. Di Indonesia sampai saat ini telah mengelola lebih dari 225 lokasi yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia dengan lebih dari 390.000 marka parkir.

Sayang campaign berhadiah besar ini tidak dimanfaatkan oleh Secure Parking Indonesia untuk lebih memaksimalkan fungsi mobile device. Peningkatan citra perusahaan dengan memberi kesempatan masyarakat untuk mengirimkan keluhan, kritik dan gagasan melalui SMS misalnya tentu menjadi strategi yang menjanjikan daripada hanya sekadar memberikan hadiah. Memang pada buletin internal mereka, ditampilkan hotline SMS untuk hal ini. Namun akan lebih menarik jika sekaligus dimasukkan dalam campaign ini.

Dengan begitu, masyarakat pengguna lahan parkir juga diberi kesempatan untuk mengajukan aspirasi dan hak-nya, bukan hanya dengan sekadar memberi hadiah. Apalagi pengguna lahan parkir musti harus berhitung jika ingin mendapatkan grand prize. Minimal Anda harus mengirimkan 30 SMS senilai Rp 2.000/SMS untuk mendapatkan satu poin undian.

Relakah pulsa senilai Rp 60.000 di handphone Anda beralih ‘parkir’ ke kocek Secure Parking Indonesia?

Mobile Marketing, Local ContentsAugust 8, 2005

Mungkin bisa lebih dari seribu SMS yang didapat dari program ini. Tapi kata ‘manhattan’ di Indonesia memang populer karena cerpen Umar Kayam, ‘Seribu Kunang-Kunang di Manhattan’ (salam hormat untuk beliau). Karya legendaris yang dijadikan nama yayasan serta sudah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa daerah ini memang tidak ada hubungannya dengan promosi kartu kredit Manhattan ini.

Namun, setidaknya keduanya sama-sama mencuri perhatian. Problem psiko-sosiologis dalam cerpen Umar Kayam dengan setting kehidupan Amerika, identik dengan pesan yang ditampilkan dalam promo ini: Manhattan adalah modernitas nyata sekaligus misteri.

Maka dalam campaign-nya, Manhattan mencoba mencuri perhatian audiens dengan bermisteri. Sebelum peluncuran produk, content promosinya adalah mengajak audiens untuk mengirimkan nama melalui SMS. Kemudian pihak Manhattan akan menghubungi kembali.

Kata’manhattan’ jika dihubungkan dengan dunia perbankan, mengingatkan kita pada Chase Manhattan Bank. Kartu kredit ini memang ada hubungannya dengan bank tersebut, namun untuk wilayah Indonesia diterbitkan oleh Bank Permata.

Ketika saya mencoba mengirim SMS, sampai beberapa hari kemudian tidak ada yang menghubungi. Namun setidaknya nomor handphone saya sudah ada di database Manhattan, sehingga tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti saya akan mendapat kiriman informasi tentang kartu kredit ini.

Sebuah strategi untuk mendapatkan data?

Online Advertising, Local ContentsAugust 5, 2005

Ingin menikah dalam waktu setahun ke depan? Jika Anda sudah merencanakan segala sesuatu, namun masih pusing tentang biaya, ada baiknya Anda mencoba mengikuti nikahyuk.com.

Campaign yang diklaim sebagai ‘online reality show’ pertama di Indonesia ini digagas oleh portal pernikahan weddingku.com dengan dukungan KCM, Orori, Oxone dan May May. Hadiah yang disediakan lumayan, Rp 100 juta untuk sepasang kekasih.

Klaim sebagai ‘online reality show’ nampaknya perlu dipertanyakan, kecuali jika nikahyuk.com segera dikembangkan sebagai situs yang mewadahi lebih banyak aktifitas kegiatan ini. Saat ini, isi situs hanya berupa formulir pendaftaran dan ketentuan. Tidak (belum) ada cerita-cerita seru dari peserta seperti yang disyaratkan untuk mengikuti kegiatan ini. Desainnya masih sangat sederhana (untuk tidak menyebut ’seadanya’), jauh dari kesan ‘nuansa pernikahan’.

O ya, jika Anda keluar sebagai pemenang, Anda masih harus berpikir mengenai tempat dan hidangan pesta. Karena hadiah tersebut belum termasuk keduanya.

Mobile Marketing, Local ContentsAugust 3, 2005

Ahlinya Teh hadir kembali. Setelah gencar menampilkan commercial ad di beberapa stasiun televisi dengan slogan yang cukup berhasil: “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”, PT Sinar Sosro selaku produsen teh yang menjadi pionir dalam “membotolkan” teh tersebut meluncurkan program “Nomor Cantik Teh Botol Sosro”.

Program yang berlangsung kurang lebih 2 bulan ini berbeda dengan mobile marketing campaign yang lain karena juga melibatkan toko, rumah makan dan outlet lain sebagai peserta aktif, selain konsumen langsung yang mengkonsumsi Sosro. Pada outlet-outlet tersebut dipasang poster bertuliskan nomor cantik sekaligus penanda outlet. Konsumen cukup mengirimkan nomer outlet tersebut melalui SMS untuk mendapatkan peluang memenangkan hadiah, antara lain 9 Suzuki APV tipe GL.

Sedangkan bagi outlet, tersedia hadiah dalam 2 kategori, outlet yang banyak dikirim nomor cantik-nya oleh konsumen dan hasil undian dari nomor cantik outlet-outlet tersebut.

Jika berkunjung ke rumah makan langganan Anda, dan terpampang poster campaign ini, jangan ragu mengirimkan SMS. Tenang, toh Anda tidak wajib minum Teh Botol Sosro dulu sebelum mengirim SMS!

Categories: