Percayakah Anda bahwa es krim mempunyai kontribusi penting dalam upaya memikat lawan jenis? Setidaknya itulah yang coba diyakinkan oleh produsen es krim Wall’s dalam online campaign yang mereka lakukan. Kali ini mengedepankan salah satu varian produknya, Conello. Target sasarannya anak muda. Lebih fokus lagi, anak muda yang sedang dalam proses usaha memikat lawan jenis. Lebih fokus lagi? Ya, anak muda yang memerlukan dukungan tambahan untuk memikat lawan jenis. Dan dukungan itu adalah sepotong es krim. Maka jadilah Conello Jago Gebet.

Desain web site cukup menarik dan fresh dengan loading page yang tidak terlalu berat. Meskipun relevansi tema “gebetan” dengan produk terkesan dipaksakan, namun upaya kreatif dalam online campaign ini cukup memberikan diferensiasi terhadap produk sejenis. Penamaan varian produk dalam “Conello Flavor of Love” dilakukan dengan kreatif. Naming untuk produk dengan rasa tiramisu misalnya, menjadi Tiramiss You — yang tidak tertutup kemungkinan akan menjadi bahan pembicaraan atau bahkan menjadi “bahasa” baru di kalangan target sasaran.
Deferensiasi lain adalah adanya kontes pembuatan video “Jago Gebet”. Entah bagaimana respon target sasaran produk terhadap kontes ini mengingat ketika tulisan ini dibuat, belum ada kiriman dari peserta. Fasilitas Shout Out box di halaman depan lumayan menarik pengunjung untuk kembali lagi ke web site ini. Game juga ditampilkan, namun sangat miskin tantangan. Menu “Nge-Game Yuk” lebih pantas diganti dengan intermezzo atau rehat, karena aplikasi yang ditampilkan tidak layak untuk disebut game.
Jika tujuan utama online campaign ini adalah untuk lebih menanamkan brand pada target sasaran Conello, patut dipertanyakan kerhasilannya. Konfigurasi content yang ada menyebabkan brand Conello beserta product knowledge-nya sendiri akhirnya tenggelam dalam info-info mengenai “dunia pergebetan”. Perlu diupayakan untuk menajamkan relevansi tema terhadap produk, analisa content, fokus pada satu tujuan dan pembuatan copywriting yang lebih cerdas.
Berhasilkah Conello menggebet konsumennya melalui online campaign ini?












