Mobile MarketingFebruary 7, 2006

Mengendarai mobil kelas atas dengan fasilitas wahid tentu menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan sambil “membaca” novel pilihan. Jangan takut Anda akan kehilangan kendali karena buku yang dipersembahkan khusus bagi pemakai BMW ini adalah buku dalam format audio file.

Bekerjasama dengan penerbit Random House, BMW meluncurkan strategi pemasaran dengan mamanfaatkan demam podcasting melalui audio books yang bisa didapatkan di site ini.

BMW secara rutin akan menyediakan audio books berformat mp3 yang bisa diputar di beberapa device dan —tentu saja– mobil-mobil BMW seri terbaru yang podcasted ready.

Buku pertama yang bisa diunduh adalah “Beautiful Ride” karya Don Winslow. Rata-rata panjang durasi audio books ini adalah 45 menit dengan besar file rata-rata 14 MB.

Mobile MarketingJanuary 10, 2006

Maybelline, produsen kosmetika terkemuka, melalui salah satu area divisi di Perancis baru-baru ini meluncurkan strategi marketing yang memanfaatkan teknologi podcasting [ see define ]. Intinya adalah menyediakan tip kecantikan dan tata rias yang bisa didengar dan dilihat melalui iPod.Beauty Podcast, begitu campaign ini mereka sebut.

Tips disajikan dengan dua format file, podcast video setiap minggu dan beberapa file audio yang berisi tips tata rias dari Max Delorme, salah seorang pakar rias dari Perancis.

Contents yang bisa didapat pengakses antara lain mengenai bagaimana cara mempertahankan hasil riasan tanpa menambah kosmetika baru, bagaimana memilih dan menggunakan blush agar kulit tampak cerah.

Selain itu juga disediakan fasilitas membership dengan benefit antara lain bisa mencoba beberapa produk baru, selain hal-hal standar lain seperti mendapatkan potongan harga melalui voucher.

Mobile MarketingDecember 23, 2005

P&G, salah satu raksasa produk toiletris, menggagas mobile campaign dengan menghadiahkan ringtones yang bisa dikreasikan secara personal dan dikirimkan ke sesama pengguna. Tampax, tampon yang merupakan salah satu dari sekian banyak brand tangguh P&G, dikemas dalam packing baru yang men-drive penggunanya –para gadis remaja– untuk masuk ke website Being Girl, di mana ringstones bisa diunduh dan dikreasikan sendiri.

Dalam site tersebut, ringtones memang bisa didengar dan dikreasikan secara cuma-cuma. Melalui Rate-My-Tone Gallery pengunjung bisa bermain-main dengan beberapa macam pilihan nada seperti gitar dan drums. Namun jika ingin mengunduh ringtones tersebut ke handphone, pengunjung harus memasukkan kode khusus yang bisa didapat di kotak kemasan Tampax.

Site dengan style grafis yang menarik, cukup ringan ketika tampil dan fitur audio yang jernih adalah point penting dalam campaign ini, selain hadiah menarik bagi kreasi ringtone terpilih, yaitu sebuah iTunes Motorola ROKR.

Tentang produk tampon Tampax bisa dilihat di sini.

Mobile MarketingNovember 6, 2005

Belum sampai sebulan diluncurkan, sejak iPod mengeluarkan varian barunya, sambutan pengiklan sudah datang bertubi-tubi menjajaki media baru ini.

Burger King merealisasikannya dengan cara yang kreatif. Bekerjasama dengan penyedia broadband-video-internet Heavy.com, Burger King menyajikan video-video yang “nakal”, lucu dan unik. Bahkan salah satu video menggambarkan seseorang yang memakai topeng Burger King lalu mengunjungi drive-through-nya McDonald’s dan memesan Burger King!

Topeng Burger King memang menjadi tema campaign yang digagas oleh biro iklan Crispin Porter + Bogusky dari Miami. Burger King membagikan sekitar 25 topeng Burger King kepada kontributor video (konsumen Burger King) untuk membuat video-video unik dan dapat dinikmati di Heavy.com.

Akankah langkah Burger King ini menjadi awal dari booming iPod selanjutnya? Eksistensi iPod sebagai multimedia storage and player memang sudah terbukti, namun sebagai media periklanan nampaknya masih perlu waktu.

Mobile Marketing, Local ContentsOctober 21, 2005

Tahukah Anda berapa pengguna jasa kereta api di Indonesia pada masa mudik Lebaran kali ini? Kementrian Perhubungan memprediksikan sekitar 2,7 juta lebih penumpang yang akan menggantungkan silaturahmi dengan keluarga mereka di kampung melalui jalur rel PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jalur darat, dalam hal ini kereta api, khususnya di Pulau Jawa memang masih menjadi angkutan dominan saat ini. Kepadatan jalur, pengaturan jadwal dan kebutuhan informasi tentu menjadi hal penting dalam siklus ini.

Salah satu layanan dari KAI untuk mengantisipasi hal itu adalah membuka jalur komunikasi melalui pesan pendek (SMS). Layanan SMS Info KRL, demikian jalur baru ini disebut.

Informasi yang bisa didapat antara lain informasi sisa tempat duduk, harga tiket, jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan. Tersedia juga info kereta api khusus untuk wilayah Jabodetabek.

KAI menggandeng PT Bitnet Komunikasindo (atau Bitnet yang menggandeng KAI?) melalui bozz.com dalam menyajikan layanan ini. Karenanya, tentu masyarakat yang menggunakan saluran informasi ini dipungut biaya lebih dari biaya pengiriman SMS biasa.

Apakah layanan informasi publik patut dikenakan biaya seperti itu?

——-
Simak juga tentang pemanfaatan mobile technology untuk kebijakan publik, di sini.

Mobile MarketingOctober 15, 2005

Setelah sukses melepas lebih dari satu juta iPod Nano dalam kurun waktu hanya 2 minggu, Apple Computer melanjutkan inovasinya dengan meluncurkan New Video iPod. Produk terbaru ini memungkinkan pemakai menikmati film dan acara televisi, selain fitur standar lain seperti mendengarkan musik, menyimpan foto dan file lainnya.

Produk ini segera disambut oleh Walt Disney’s untuk melakukan mobile marketing dengan menjadikan iPod sebagai medium produk-produk Disney’s. Film seri “Lost” dan “Desperate Housewives” segera bisa dinikmati dengan cara men-download film-film tersebut sehari setelah ditayangkan di jaringan televisi. Biaya sekali download adalah $ 1.99.

Selain dari Disney’s dan ABC, perusahaan animasi Pixar, membuat film khusus untuk iPod baru ini, yaitu film pendek berjudul “For the Birds”

Film-film tersebut tersaji di layar sebesar 2.5 inch yang mampu memutar selama 150 jam tayang. Nyamankah menyaksikan film dalam layar sekecil itu? Namun melihat sepak terjang Apple dengan Steve Jobs sebagai nakhodanya, nampaknya kendala itu akan segera diatasi. Dengan menciptakan jaringan dan kolaborasi bersama penyedia content seperti Disney’s tidak menutup kemungkinan strategi ini akan menjadi media baru distribusi content serta —tentu saja— media periklanan baru.

Mobile MarketingOctober 1, 2005

Selama ini kita mengenal media point-of sale [ see define ] sebagai media yang pasif. Kalaupun ada interaktivitas, hanya sebatas tampilan yang mampu mengundang perhatian kita tanpa ada kesempatan melakukan umpan balik. Mungkin Anda pernah menjumpainya di gerai atau lorong-lorong supermarket.

Tak lama lagi, media ini akan menemukan interaktivitasnya yang baru berkat teknologi bluetooth [ see define ] yang dikembangkan oleh Hypertag.

Teknologi ini memungkinkan komunikasi antara point-of-sale dengan telepon selular yang mempunyai fasilitas bluetooth. Point-of-sale-nya sendiri bisa berupa poster, gerai, kiosk, etalase atau sign.

Saat ini yang telah memanfaatkan teknologi ini antara lain jaringan buku Waterstone’s dan Macmillan. Buku pertama dari Macmillan yang dipromosikan melalui bluetooth mobile marketing campaign ini adalah All American Girl: Ready or Not. Poster-poster tentang buku itu –bertenaga battery dan bluetooth ready– telah terpasang di etalase-etalase toko di beberapa jalan utama di Inggris.

Mobile MarketingSeptember 29, 2005

Munculnya media digital sebagai “media baru” sering diasumsikan sebagai ancaman bagi media massa konvensional. Namun pada perkembangannya timbul kemungkinan yang makin besar akan terjadinya konvergensi antar media, baik antar mainstream media maupun dengan “media baru” yang muncul.

Mobisode, mobile episode [ see define ] adalah istilah baru untuk menyebut penayangan video melalui mobile devices (telepon selular, pda) dengan durasi yang lebih pendek dari episode film sesungguhnya. Televisi sebagai media massa visual yang merupakan bagian dari mainstream media, memanfaatkan teknologi digital bergerak ini untuk lebih memperluas daya jangkau broadcast film dan program acara mereka. Konvergensi dengan media lain diprediksikan akan terus terjadi seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin banyak menawarkan berbagai kemungkinan.

Mobisode sudah dijalankan oleh jaringan Fox yang menayangkan ‘24‘, film seri yang berhasil menggondol 3 Emmy Awards. Sebentar lagi disusul oleh CBS dengan meng-mobisode-kan tayangan andalan mereka , ‘CSI: Crime Scene Investigation‘.

Larry Kramer, Presiden CBS Digital Media menyatakan bahwa mobisode CSI sedang dipersiapkan bersama produser CSI versi televisi. Mobisode CSI nantinya berdurasi sekitar 8 menit per episode. Langkah CBS masuk ke area ini antara lain mempertimbangkan meningkatnya pertumbuhan VOD (video on demand) di website mereka yaitu CBSNews.com dan Sporstline.com.

Kramer menambahkan, tidak tertutup kemungkinan konsep ini akan merambah ke “pay-per-view” yang memungut biaya tertentu bagi penonton yang mengakses mobisode CSI. Tidak dijelaskan apakah di mobisode CSI nantinya akan dimuati iklan.

Mobile MarketingSeptember 23, 2005

Penggemar buku di Australia kini dimanjakan dengan layanan informasi buku-buku terbaru yang bisa diakses melalui telepon selular. MobileReader adalah strategi yang diterapkan penerbit Harper Collins dalam program digital marketing mereka.

Cara ini cukup menarik karena memang banyak sekali buku-buku baru yang diterbitkan setiap bulan, dan tidak semua orang bisa berlama-lama di toko buku atau browsing melalui Internet. Selain itu, pengiriman informasi secara rutin, mampu menjadi brand reminder bagi penggemar buku akan produk-produk Harper.

Layanan ini tersedia dengan cara melalukan registrasi ke website Harper Collins Publishers. Cara ini ditempuh sepertinya juga untuk meningkatkan traffic pengunjung website Harper Collins. Setiap bulan pelanggan akan mendapatkan informasi buku-buku terbaru. Kesempatan pertama buku baru yang diinformasikan adalah karya Dean Koontz and Paulo Coelho, serta karya salah seorang pengarang lokal, Janine Allis.

Mobile Marketing, Local ContentsSeptember 19, 2005

Hi aku semangat deh hr ini krn semlm tidur lelap trus suting hr ini
kyknya lancar semua trus br beli tiker hehe lmayan buat tiduran dilokasi

Sekilas, gaya bahasa dalam kalimat di atas bisa mudah ditebak bahwa itu adalah pesan pendek atau SMS. Tapi tunggu dulu, ada kata “suting” di kalimat itu. Apakah yang dimaksud adalah “shooting”? Benar. Kalau begitu itu SMS dari seorang bintang film? Benar.

Saya mendapatkan SMS itu dari Happy Salma. Rutin setiap 2 atau 3 hari, tapi juga sering lebih dari 5 hari, tergantung mood dia.

Anda tidak perlu iri, karena Anda pun bisa mendapatkan hal serupa. Bahkan tidak hanya dari Happy Salma, tapi juga dari Krisdayanti, Liza Natalia, Sarah Azhari (ingat, Anda hanya mendapatkan SMS dari dia, tidak yang lain…), Dian Nitami, Titi DJ. Mereka adalah sebagian dari selebritis lokal yang tergabung dalam SMS Selebriti.

Sayang ide bagus ini hanya sebatas komunikasi searah antara selebritis dengan penggemarnya (atau dengan orang-orang iseng yang sedang “bulan madu” dengan SMS). Masih diragukan apakah mobile campaign ini mampu membangun dan memelihara brand personality para selebritis itu.

Jika perencanaan content dan sistem tidak diperbaharui, bukan tidak mungkin layanan ini akan ditinggalkan penggemarnya, dan orang-orang iseng tadi…

Mobile MarketingSeptember 16, 2005

Sampah adalah persoalan sederhana yang berpotensi menjadi kompleks jika tidak ditangani dengan baik. Sampah bagaikan cermin wajah kota. Bagaimana kota terlihat indah dan nyaman antara lain tergambar dari cara pengelola kota memperlakukan sampah warganya.

Warga London patut berterima kasih kepada pengelola kota. Ken Livingstone, walikota London meluncurkan program Recycle for London dengan memanfaatkan teknologi mobile device. Langkah pengelola kota London ini membuktikan bahwa mobile marketing tidak hanya bisa dilakukan untuk produk-produk komersial, namun juga efektif untuk menerapkan kebijakan publik.

Warga London bisa mendapatkan informasi di mana akan mendaur ulang sampah dengan mengetik RECYCLE dan dikirim ke nomor 63131. Selain itu warga London juga bisa mendapatkan informasi di mana bisa memperoleh kotak, kantong atau tas yang bisa diaur ulang. Dengan kemudahan seperti itu, diharapkan akan semakin banyak warga London yang berpartisipasi aktif dalam mensukseskan Recycle for London.

Selain menggunakan mobile marketing, pengelola kota London juga membuat iklan pada bis, poster dan media luar ruang lainnya untuk mendukung program ini.

Teknologi mobile dan pengelolaan database program ini dirancang oleh Incentivated Limited yang bersama walikota London telah membuktikan, bahwa teknologi bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mengajak warga kota berpartisipasi aktif membentuk wajah dan citra kota.

Mobile Marketing, Online PublishingSeptember 13, 2005

Langkah Britney Spears kali ini agak tertata dan lumayan elegan. Setelah menapak dari satu kontroversi ke kontroversi yang lain, Britney serius menggarap brand personality dirinya. Di sela gencarnya terpaan media terhadap dirinya, dari soal pernikahan singkat, aksi seronok di panggung, hingga kehamilannya saat ini, Britney bersama Elizabeth Arden meluncurkan parfum berlabel ‘Fantasy Britney Spears‘.

Tidak seperti cara berpakaian Britney yang cenderung ‘terbuka’, online campaign Fantasy Britney Spears dirancang dengan jurus bermisteri. Kita tidak bisa segera membaui Britney…eh, maksudnya parfum ‘Fantasy Britney Spears’, atau bisa langsung melihat aksi Britney di website ini. Namun justru dihadapkan pada kotak terkunci.

Ingin membuka Britney? Aduh, maaf keliru lagi…. Ingin membuka kotak tersebut dan mengetahui isinya? Lengkapi nomor telepon, email dan hari kelahiran pada kolom yang tersedia. Dan kejutan dijanjikan oleh campaign ini.

Selain parfum, Britney juga membunyai online presenceBritney Spears Beauty‘. Apakah brand personality Britney mampu mendongkrak produk-produk ini? Menjadi tenar dengan cara kontroverial memang mudah, namun mempertahankan karisma produk tidak cukup dengan cara itu bukan?

Online Advertising, Mobile MarketingSeptember 8, 2005

Benda kecil bernama iPod saat ini sudah menjadi barang biasa bagi masyarakat. Namun kesempatan mendapatkan satu buah iPod setiap 5 menit selama satu bulan penuh tentu sesuatu yang lebih dari biasa. Dan itu terjadi dalam ‘Win With Walkers‘.

Sebagai produsen makanan ringan yang cukup terkenal di Inggris, Walkers menggelar campaign ini dengan strategi yang cukup baik. Aturan main dalam campaign ini pun cukup jelas dan mudah dimengerti publik.

‘Win With Walkers’ bisa diikuti dengan dua cara. Menggunakan mobile device (handphone, PDA) dan melalui website. Peserta cukup mengirimkan 10 digit kode produksi yang ada pada kemasan Walkers melalui SMS. Begitu juga jika peserta memilih mengikuti melalui website.

Bagaimana jika kode tersebut dikirimkan ganda atau kemungkinan adanya cracking waktu mengisi kode di website? Walkers telah mengantisipasi hal tersebut dengan metode sekuriti dan penjelasan yang bagus dalam campaign ini. Relevansinya pun menemukan maknanya, bukankah nikmat merasakan renyahnya snack sambil mendengarkan lagu-lagu dari iPod?

Mobile Marketing, What's NewSeptember 4, 2005

Jika Anda saat ini sering mendapatkan tawaran mengikuti kuis melalui SMS (Hey, atau Anda sedang membaca blog ini sambil mengirim kuis SMS?) tentu karena metode itu sedang menjadi trend. Perkembangan pesat pengguna telepon selular di Indonesia yang hingga kini mencapai 30 juta pengguna adalah alasan kuat mengapa aktifitas kuis SMS menjadi semakin marak.

Namun aktifitas itu bisa jadi akan segera menjadi sejarah.

The Times menjadi pemilik media pertama yang akan menjalankan sistem “mobile barcode marketing campaign“. Bekerjasama dengan Hewlett-Packard, The Times mengembangkan teknologi komunikasi pemasaran digital yang memungkinkan pembaca melakukan barcode scanning. Pembaca The Times bisa mengikuti kompetisi berhadiah ini dengan cara melakukan scanning teks berupa barcode yang ada di koran tersebut dengan kamera di handphone mereka. Koran, sebagai media ‘non interaktif’ pun memulai babak baru interaktifitasnya dengan dunia digital mobile.

Teknologi ini memang masih menemui beberapa kendala. Antara lain, peserta kompetisi harus mengunduh software aplikasi Active Print, yang hanya bisa berjalan pada software Symbian Series 60. Namun Times-HP tetap yakin sistem ini akan menjadi trend baru digital marketing. “Ini hanya sebuah ujicoba nyata,” kata James Law, Digital Marketing Manager The Times. “Namun ini adalah cara revolusioner untuk mengajak pembaca kami mengikuti kompetisi dengan effort yang rendah. Kami ingin mengetahui reaksi pembaca kami dengan adanya ujicoba ini,” imbuh Law. Memang selain dengan cara itu, pembaca The Times masih bisa mengikuti kompetisi dengan cara ‘konvensional’, mengetik 16 digit barcode lalu mengirimkan melalui SMS.

Teknologi ini tentu membuka peluang kreatif bagi pelaku pemasaran dengan media digital. Di Indonesia kendala utamanya masih pada infrastruktur dan pengetahuan pengguna telepon selular. Sistem barcode scanning ini hampir sama dengan teknologi MMS yang masih tersendat konsumsinya di Indonesia.

Namun, siapa bisa memprediksikan dengan tepat loncatan teknologi digital saat ini? Bukankah kita tidak mengira akan secepat ini pulsa telepon selular dijual di pinggir jalan dan gang-gang sempit?

Online Advertising, Mobile MarketingSeptember 3, 2005

Pilihan The Gillette Company menjadikan David Beckhan sebagai endorser produk alat cukur, berlanjut pada pembuatan campaign melalui media digital. Kali ini Gillette Italy dan Inggris memanfaatkan momen Piala Dunia 2006 yang akan berlangsung di Jerman.

Di Itali, Gillette menyelenggarakan kompetisi melalui mobile device. Pada setiap kemasan Gillette, baik produk alat cukur maupun gel pelembut, terdapat kode khusus yang digunakan untuk menjawab pertanyaan kompetisi ini. Kode tersebut dikirimkan melalui SMS. Pemenang akan mendapatkan tiket Piala Dunia 2006, menyaksikan aksi Beckham bercukur…eh, menggiring bola.

Sementara di Inggris, Gillette mengadakan “The Best Prize A Fan Can Get“. Kompetisi melalui website dengan hadiah kesempatan bertemu Beckham di klub Real Madrid.

Selebritis-atlit yang kabarnya untuk menjadi duta Gillette dihadiahi sebuah alat cukur bertatahkan berlian ini, nampaknya menjadi daya tarik kuat bagi konsumen produk Gillette: para pria dewasa. Dan Campaign ini pun bakal menuai sukses seperti slogan alat cukur Gillette, The Best A Man Can Get.

Categories: