Online PublishingFebruary 21, 2006

Langkah berani diambil oleh tim pemasaran dari Guinness di Inggris. Mereka tanpa bantuan advertising agency atau firma public relations sepakat bahu-mambahu meluncurkan corporate blog, GuinnessBlog.

Sekilas tidak ada yang istimewa dengan kehadiran blog ini. Apalagi bagi sebuah korporasi di negara-negara besar, membuat corporate blog adalah hal yang wajar dan sangat biasa saat ini. Namun bagaimanapun juga contents dalam blog ini bisa kita jadikan rujukan untuk mengembangkan blog serupa bagi korporasi-korporasi di Indonesia. Blog marketing memang belum menjadi langkah yang lazim bagi korporasi di negeri ini. Setidaknya GuinnessBlog bisa dijadikan cermin.

Blog ini dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu Advertising, Innovation, Quality, Rugby dan St. Patrick’s Day. Sayangnya gaya penulisan dalam blog ini terkesan serius, sesuatu yang kurang relevan terhadap image produk maupun target audiens yang mengkonsumsi Guinness. Untunglah ada contents yang lebih “cair”, meskipun hanya link dari web site lain seperti Bubbles in Guinness dan Facts & Folklore.

Di luar kekurangan dan hal-hal yang biasa itu, terbersit antusiasme dan semangat dari tim marketing Guinness di Inggris yang berkomitmet untuk menjaga, merawat dan mengembangkan blog ini, seperti pernyataan mereka, “….This blog is the happy result. We’re just getting started and this is kind of a test so please bear with us while we work some stuff out. But we’re really excited too – we sincerely hope this blog will let us have a ‘conversation’ with more people who are passionate about the same thing as us – GUINNESS®!

Online PublishingDecember 14, 2005

Demam sepak bola yang sudah mulai terasa di penjuru dunia, dimanfaatkan Yahoo! untuk mengukuhkan eksistensinya sebagai bukan hanya jawara mesin pencari namun juga information center yang bisa dihandalkan kelengkapan dan aktualitasnya.

Piala Dunia 2006 yang kali ini berlangsung di Jerman akan diselenggarakan pada bulan Juni dan Juli. Sebuah publikasi resmi dari FIFA (Federation International Football Association) mengenai even ini disajikan Yahoo melalui website yang sangat informatif.

Dibagi dalam 7 pilihan bahasa utama dunia, selain menyajikan informasi wajib seperti jadwal pertandingan, pembagian grup, lokasi stadion, juga ditampilkan game dan —ini yang menarik– Classic Football, berisi informasi sepakbola jaman dahulu.

Destination Germany adalah content lain yang akan membawa pengunjung site ini sejenak bertamasya menjelajah kecantikan kota-kota di Jerman.

Dan yang tidak kalah penting, site ini sudah banyak diminati pengiklan: kemenangan kedua bagi Yahoo setelah mendapatkan lisensi dari FIFA sebagai The Official Site for The 2006 FIFA World Cup Germany.

Online Publishing, Local ContentsNovember 18, 2005

Sebuah film tentang anak muda di era information age. Dikomunikasikan melalui media yang menjadi primadona di era itu: internet. Kru film Garasi melakukan hal tepat itu dengan online publishing yang digarap cukup impresif. Setidaknya roh film sudah membayang melalui site ini.

Produksi Miles Films yang diklaim menghabiskan dana Rp 5 milliar ini banyak mengambil lokasi di Bandung. Rencana edar di awal 2006, karenanya banyak informasi di website Garasi yang masih dikunci: akan dibuka pada saat-saat tertentu. Sehingga pengakses diharapkan akan selalu kembali berkunjung. Semoga ini adalah benar-benar sebuah strategi, bukan sekadar pekerjaan site yang belum selesai dan sebagai kamuflase dari “penyakit under-construction“.

Hal menggembirakan dari publishing Garasi adalah kelengkapan fiturnya. Dari yang standar seperti, sinopsis, galeri foto, di balik pembuatan, download wallpaper hingga mengenai podcasting [ see define ] —meskipun pada saat tulisan ini dibuat, “garasi” halaman ini masih terkunci (will be unlocked on December 1, 2005).

Jika ada yang masih kurang, website ini sepi dari sound. Bukankah ini site film tentang musik yang berkoar: “Will rock the cinema“?

Online Publishing, Local ContentsNovember 16, 2005

Layanan mencetak foto online. Apa yang terpikir di benak Anda tentang hal itu? Kemudahan? Praktis? Atau justru ribet? Keduanya bisa jadi benar. Satu sisi, Anda akan bisa mencetak foto dengan harga cetak standar ditambah ongkos kirim tanpa harus beranjak dari tempat duduk Anda. Sisi lain, bukankah sekarang ini gerai cetak foto digital sudah merambah di mana-mana?

Terlepas dari itu, upaya situs penyedia album dan cetak foto online ini patut disambut baik kehadiarannya.

Anda bisa mamanfaatkan jasa fotoku.com, misalnya untuk memberikan kejutan pada orang terdekat Anda. Cetak dan kirimkan foto Anda ke alamat yang tertuju. Dengan metode pembayaran melalui transfer Bank Central Asia dan Bank Mandiri, situs ini didukung nama sohor di dunia fotografi, Fuji Film.

Kita tunggu perkembangan fotoku.com dengan harapan akan semakin variatif fitur dan layanannya dengan memaksimalkan aspek digitalisasi dari media yang digunakan. Pengembangan fitur “frame” atau “theme” misalnya, bisa ditambahkan. Sehingga peminat bisa bermain-main dengan foto yang ingin dicetak dengan manambah frame, memasukkan atau menggabungkan foto dalam theme tertentu, dan fitur lain yang intinya satu: membuat orang ketagihan datang ke website ini untuk kemudian mencetak foto.

Online PublishingNovember 14, 2005

Gwyneth Paltrow, Angelina Jolie, Leonardo DiCaprio, Donna Karan, Richard Gere, Uma Thurman…. Siapakah mereka? Anda mengenal mereka sebagai para pesohor, selebritis yang selalu menjadi pembicaraan dan pemberitaan media. Namun, ada benang merah lain yang menghubungkan mereka akhir-akhir ini: aktifitas spiritual.

Maka, jika Anda penggemar aromaterapi, penggiat yoga, pengguna bahan makanan non-pestisida, berkunjung ke tempat-tempat tetirah yang sepi, mengidamkan mobil hibrida, mengkoleksi benda-benda yang bisa memberikan sugesti ketentraman dan melakukan aktifitas yang berorientasi pada spiritualitas lain, Anda bisa meminta advis mereka.

Metrospiritual, begitulah sebutan kaum ini. Tentu para pesohor tersebut hanyalah sebagian kecil dari kaum yang semakin lama semakin terasa gelombang eksistensinya, seperti yang disajikan oleh publikasi online tentang spiritualitas, Beliefnet ini. Meskipun gelombang eksistensinya halus tidak seheboh seperti “kaum” lain semisal metroseksual atau jetrosexual, namun pangsa pasar komersial sektor ini semakin menggiurkan. Mereka adalah kaum yang tak segan-segan membelanjakan uangnya demi mencapai tingkat spiritualitas yang diinginkan —sesuatu yang hampir tak berwatas.

Jangan-jangan, secara tidak sadar Anda sudah termasuk juga ke dalam kaum ini. Ingin membuktikan? Tes saja di sini.

Online PublishingNovember 9, 2005

Samsung menyerbu New York City selama November ini. Tentu bukan dengan serangkaian aksi serangan teroris. Kalaupun ada yang merasa terteror, “teror” sajian Samsung sungguh sangat memanjakan selera kreatif dan imaji kita.

The Samsung Experince adalah digital multimedia events yang diselenggarakan Samsung di Time Warner Center, The Shops at Columbus Circle, New York. Berbagai acara digelar, yang kesemuanya merupakan pentas atraksi audio-visual dari Samsung.

Campaign tersebut didukung oleh online publishing yang tak kalah kreatif dan imajinatif. Navigasi yang efektif, tampilan ringan yang komunikatif, audio yang impresif dan visual yang kaya makna, menjadikan menjelajahi website ini bagaikan sedang bertamasya ke dunia imaji audio-visual.

Simak misalnya pada menu “Kaleidozone”, siluet produk-produk Samsung bisa kita kreasikan sedemikian rupa menjadi pattern atau motif tertentu.

Interaktivitas yang bagus juga bisa ditemui ketika kita diajak mengenal satu persatu jenis produk Samsung (klik pada menu “Exchanges”). Informatif dengan navigasi yang sangat efisien namun tidak meninggalkan unsur fun.

Kreasi lain di luar website itu adalah undian berhadiah 40 inch LCD TV bekerjasama dengan situs Software {Art} Space. Lagi-lagi kita bisa bertamasya menikmati keindahan digital visual di situs ini.

Online Publishing, Local ContentsNovember 4, 2005

Bagaimana ya, strategi komunikasi untuk hal-hal yang sensitif dan spesifik? Terutama untuk target audiens seperti masyarakat Indonesia yang masih tabu pada satu sisi namun sangat permisif di sisi lain? Tidak mudah memang. Dan Bayer Health Care sepertinya terjebak dalam situasi seperti itu ketika meluncurkan apa yang mereka sebut Api Cinta.

Dalam publikasi online ini, Bayer ingin menginformasilkan obat untuk (utamanya) disfungsi ereksi. Tidak mudah memang melakukan itu, namun juga tidak mungkin untuk bertindak lebih cerdas tanpa terkesan tabu, apalagi norak.

Bayer dalam publikasi ini menampilkan Advice Column (yang isinya hanya form untuk dikirim ke dr. Naek L. Tobing, tanpa ada kesempatan pengakses untuk mengetahui problem-problem lain yang sudah pernah ditanyakan), Articles (yang isinya hanya gambar sepasang “bule” berciuman, tanpa ada artikel sama sekali), Relationship Tips (yang terdapat tulisan “10 Cara Paling Top untuk Pulih dari Putus Cinta” —adakah hubungan antara putus cinta dengan masalah seks?), Sex Tips (yang diambil dari sumber lain dan bukan dari pakar kesehatan/seksualitas dari Bayer), Forum (lagi-lagi hanya berisi form!).

Isi lain dari website yang didukung dengan publikasi di media online dan media cetak ini adalah mengenai Competition (maksudnya sih kompetisi pasangan paling romantis, tapi ilustrasinya adalah pasangan berpelukan, jadi kesannya “making love” competition) dan Amazing Sex Facts (no comment!).

Masih dalam website ini, ditampilkan pula komik Levi & Vitra. Dari komik inilah kemudian diketahui bahwa “Api Cinta” yang dimaksud di sini adalah Levitra. Lalu, mengapa meski disembunyikan menjadi “api cinta”?

Media Internet sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih jauh lagi dengan memberikan akses terbatas kepada target audiens yang akan dituju. Misalnya hanya pengakses yang benar-benar dewasalah yang bisa masuk ke area tertentu di website ini untuk mengakses informasi-informasi yang sensitif. Sehingga dengan demikian tidak perlu lagi malu-malu untuk menginformasikan sesuatu yang memang sudah menjadi pesan utama untuk target audiens-nya.

Dengan akses terbatas itu —tentunya dengan mekanisme membership access— komunikasi dengan target audiens yang utama pun bisa lebih intensif dan terarah.

Akhirnya, online publishing ini terjebak antara sebagai sarana community building dengan website yang bermisi menginformasikan produk. Tanggung. Malu-malu.

Online Publishing, Local ContentsNovember 2, 2005

Sunsilk identik dengan keindahan dan kesehatan rambut. Rambut lurus, panjang dan lemas adalah identifikasi lain dari “platform” tentang keindahan rambut yang dibuat oleh pelaku industri toiletris (atau biro iklannya?). Sunsilk, sebagai brand ternama di bidang ini mencoba melebarkan wilayah (tidak hanya berbicara soal rambut) dengan membuat Sunsilk Circle of Beauty dengan tagline “Cantik Satu, Cantik Semua”. Targetnya adalah meyakinkan bahwa semua orang bisa cantik (kalau memakai Sunsilk?).

Sebagai penguat upaya meyakinkan targetnya itu, dibuatlah online publishing sebagai pendukung. Sunsilk Beauty Camp menampilkan versi online dari aktifitas yang dilakukan Sunsilk dalam rangkaian Sunsilk Circle of Beauty yang bekerjasama dengan majalah Cosmopolitan ini.

Nuansa ceria khas anak muda menguasai tiap jengkal halaman web ini, dengan sentuhan latar belakang suasana Bali —tempat di mana acara puncak diselenggarakan. Informasi yang tersedia standar, nilai plus pada ditampilkannya segmen Fun Stuff yang menyediakan ringtone, wallpaper dan TV commercial yang cukup ringan untuk dimainkan.

Seperti umumnya brand site yang ada di Indonesia, updating content sangat minim. Namun, cukuplah jika site ini hanya sebagai media informasi mengenai sebuah kegiatan. Klik web ini, percayalah yang ada di dalamnya cantik semua.

Online PublishingOctober 30, 2005

Apa yang akan Anda lakukan jika impian memiliki mobil idaman belum tercapai? Memiliki replikanya? Mengkoleksi gambarnya? Atau melirik mobil yang sudah dipunyai tetangga? BMW Thailand mengajak meraih impian mobil idaman Anda dengan cara yang lebih “purba”: merakitnya dari kertas!

Uniknya, cara tersebut dilakukan dengan menggunakan media Internet melalui online presence di website mereka. Download replika yang tersedia, cetak, gunting, tempel dan nikmati….

Pendekatan yang unik, karena media Internet dengan konotasi high-tech-nya ternyata mampu memberi jalan bagi ide yang sangat sederhana namun orisinal dan relevan.

Cara ini tidak saja akan mengenalkan sejak dini brand BMW kepada anak-anak yang tentu menyukai aktifitas ‘menggunting-merekat’ ini. Namun juga mampu membangkitkan nostalgia masa kanak-kanak Anda akan impian memiliki mobil idaman. Setidaknya bagi Anda, aktifitas ini bisa menjadi hiburan tersendiri di tengah kesibukan Anda.

Online PublishingOctober 28, 2005

Apa yang menarik dari sebuah liputan televisi? Keserempakan pesan dan unsur real time, di mana pemirsa bisa menyaksikan secara langsung apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain yang jauh darinya? Bisa jadi itulah dominasi kelebihan media televisi.

Namun Yahoo! mencoba meretasnya dengan meluncurkan sebuah online publishing pada pertengah September lalu yang juga dimuat di weblog ini. Pada situs ini Yahoo! memaksimalkan kelebihan media internet dengan melakukan reportase seperti yang dilakukan media televisi, namun memberikan nilai tambah dengan unsur interaktifitas —sesuatu yang tidak dimiliki media televisi konvensional.

Lalu bagaimana hasilnya setelah lebih satu bulan berjalan?

Sungguh, acungan jempol patut diberikan oleh Kevin Sites, yang melakukan solo journalist dengan mendatangi daerah-daerah konflik di berbagai penjuru dunia. Salut juga teruntuk divisi pengembangan media Yahoo! yang berada di balik gagasan ini.

Reportase Kevin Sites in The Hot Zone memang mengagumkan. Dia tidak hanya sekadar melaporkan suatu kejadian, namun juga menghadirkan sisi detail lain yang sangat menyentuh, realistis dan penuh impresi tanpa mengurangi unsur dan kaidah jurnalisme berita. Lewat situs ini pula kita bisa belajar banyak bagaimana memaksimalkan media internet sebagai online publishing media.

Tentu saja kesuksesan ini berlanjut pada perolehan iklan —tujuan lain dari gagasan ini. Tercatat beberapa pemasang iklan yang pernah dan sedang menghiasi situs ini seperti Global Living, USA Today dan jaringan BBC.

Online PublishingSeptember 26, 2005

Badai yang melanda pesisir Teluk Meksiko, Amerika Serikat disusul badai yang menerpa wilayah lain menimbulkan berbagai dampak. Banyak hal mengemuka seiring tragedi itu, seperti isu rasialis, keterlambatan penanganan dan deteksi dini.

Donasi melalui media online pun gencar dilakukan. Tak ketinggalan Yahoo! yang meluncurkan Yahoo! Fashion for Relief.

Program ini memang bukan program tunggal dari Yahoo! melainkan kolaborasi dari beberapa pihak yang melibatkan desainer dan model ternama. Yahoo! menggarap online bidding dalam campaign ini.

Yahoo! cukup jeli memanfaatkan event ini dengan mempromosikan layanan dan fasilitas Yahoo! yang relevan, yaitu fashion show broadcast –layanan informasi dan peragaan busana melalui web video– dan avatar [ see define ]. Anda berkesempatan membuat avatar yang mirip dengan model pujaan Anda. Strategi yang menarik untuk mempromosikan layanan dan fasilitas tanpa mengurangi misi utama program ini.

Online PublishingSeptember 15, 2005

National Geographic terbukti tidak hanya piawai dalam menyajikan informasi dunia geografi dan kehidupan masyarakat melalui media cetak dan televisi. Kali ini dalam proyek media online National Geographic Inside the Mafia, berhasil membuat tim juri WebAward Competiion 2005 mengganjar predikat Best of Show.

WebAward adalah organisasi nirlaba yang dibentuk Web Marketing Association. Bertujuan menumbuhkan kualitas dalam berkomunikasi melalui media online. Berbeda dengan Webby Awards di mana kategorisasi penghargaan lebih variatif, Web Award lebih menfokuskan pada internet marketing, online advertising, online public relations dan visual communication design. Karenanya, penjurian ditekankan dari aspek kualitas komunikasi pemasaran dan promosi serta efeknya terhadap target audiens.

Di tahun ke-9 ini, WebAward Competition 2005 diikuti oleh 33 negara dan berhasil menghimpun lebih dari 2.100 website.

National Geographic Inside the Mafia dikerjakan oleh rich media agency IQinteractive yang berkantor pusat di Atlanta. Sedangkan Zugara berhasil memborong 20 award.

Pemenang selengkapnya bisa dilihat di sini.

Online PublishingSeptember 14, 2005

Yahoo! Inc, akan mempunyai serdadu baru. Kali ini bukan untuk memperkuat barisan prajurit di pertempuran bisnis Internet, namun benar-benar serdadu yang masuk ke wilayah perang. Ya, benar-benar perang yang melibatkan konflik antar negara.

Lloyd Braun, kepala pengembangan media Yahoo! di Santa Monica mempunyai ide merekrut seorang veteran koresponden televisi untuk memproduksi website multimedia yang akan melaporkan secara langsung perang yang terjadi di seluruh dunia. Kevin Sites, koresponden terpilih, mulai akhir September akan berperan sebagai “SoJo” (solo journalist) dan mengunjungi pengakses di “Kevin Sites in the Hot Zone“, nama yang dipilih untuk proyek ini.

Cakupan reportase Sites di daerah konfilk yang sedang dilanda perang, cukup luas. Negara mana yang terbayang di benak Anda untuk dikunjungi Sites karena potensi konfiknya? Afghanistan? Chechnya? Irak? Anda tidak salah, memang negara-negara itulah yang mendapat prioritas. Setidaknya ada 15 negara yang akan diliput, termasuk Indonesia!

Selama di medan perang, Sites akan dibekali dengan peralalatan teknologi komunikasi yang canggih. Kelengkapan itu memungkinkan Sites selalu up-to-date melaporkan setiap kejadian. Lalu, kepentingan apa dibalik misi Yahoo! ini?

Selain memproduksi berita real time, Braun mengungkapkan bahwa misi ini juga untuk merespon pertumbuhan iklan di media online berformat video advertising. “Jika kami bisa menjalankan proyek ini dengan bagus, ini adalah langkah pertama kami untuk menunjukkan kepada masyarakat dunia, bagaimana kami mempresentasikan pesan dengan cara berbeda dari televisi,” papar Braun. Yang dimaksud Braun berbeda dari televisi tentu adalah faktor interaktifitas website ini nantinya, di mana pengakses bisa mengatur apa yang akan dia lihat, bahkan berinteraksi langsung dengan memberikan respon terhadap pesan yang disampaikan Sites melalui website ini.

Dengan kata lain Yahoo! ingin mengungkapkan: Jika di medan perang yang sesungguhnya kami bisa menyampaikan pesan secara menarik, begitu pula kami menyampikan pesan produk Anda di medan pertempuran iklan media online……

Serdadu-serdadu Yahoo! memang cerdik dan banyak akal.

Mobile Marketing, Online PublishingSeptember 13, 2005

Langkah Britney Spears kali ini agak tertata dan lumayan elegan. Setelah menapak dari satu kontroversi ke kontroversi yang lain, Britney serius menggarap brand personality dirinya. Di sela gencarnya terpaan media terhadap dirinya, dari soal pernikahan singkat, aksi seronok di panggung, hingga kehamilannya saat ini, Britney bersama Elizabeth Arden meluncurkan parfum berlabel ‘Fantasy Britney Spears‘.

Tidak seperti cara berpakaian Britney yang cenderung ‘terbuka’, online campaign Fantasy Britney Spears dirancang dengan jurus bermisteri. Kita tidak bisa segera membaui Britney…eh, maksudnya parfum ‘Fantasy Britney Spears’, atau bisa langsung melihat aksi Britney di website ini. Namun justru dihadapkan pada kotak terkunci.

Ingin membuka Britney? Aduh, maaf keliru lagi…. Ingin membuka kotak tersebut dan mengetahui isinya? Lengkapi nomor telepon, email dan hari kelahiran pada kolom yang tersedia. Dan kejutan dijanjikan oleh campaign ini.

Selain parfum, Britney juga membunyai online presenceBritney Spears Beauty‘. Apakah brand personality Britney mampu mendongkrak produk-produk ini? Menjadi tenar dengan cara kontroverial memang mudah, namun mempertahankan karisma produk tidak cukup dengan cara itu bukan?

Online PublishingSeptember 6, 2005

Kreativitas Jose Avila, seorang pengguna jasa FedEx dari Arizona memang unik. Karena seringnya menggunakan jasa ekspedisi itu, Avila banyak mempunyai kardus-kardus bekas kiriman yang tentu berlogo FedEx. Kardus bekas itu dengan daya kreasi dan imajinasi yang cukup ‘nakal’ dia pakai untuk mendesain perabot rumah, jadilah ‘FedEx Furniture‘.

Barangkali saja ulah Avila ini tak akan menuai protes dan menjauhkan dia dari jerat hukum jika dia tidak meluncurkan ’situs resmi’ dari karya furniturnya. Sebuah teguran dengan tuduhan pelecehan merek dan pelanggaran hak cipta dilayangkan pihak FedEx. Menanggapi hal tersebut, Avila nampak terkejut karena apa yang dilakukan selama ini semata-mata karena dia pelanggan setia dan mencintai FedEx. Avila sangat percaya menggunakan FedEx antara lain karena kuatnya kardus— yang sudah dia buktikan dengan furnitur yang dia buat di apartemennya.

Kasus unik ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita menyangkut undang-undang dan aturan main tentang hak cipta di era digital. Tidak hanya menyangkut pembuatan domain merek tertentu dan kliam merek terhadap publikasi di media online, namun juga hal-hal lain yang akan terus mengemuka seiring semakin konvergennya media digital.

Amerikat Serikat saat ini mempunyi undang-undang yang cukup bagus mengenai hal ini, yaitu Digital Millennium Copyright Act yang dibuat pada 1998.

Kreativitas Avila memang menghasilkan kenyamanan yang mungkin menurut dia sama dirasakan jika dia membeli produk IKEA, namun dengan adanya tuntutan dari FedEx ini, masihkan dia merasa nyaman dengan kreasi furniturnya?

Categories: