What's NewNovember 11, 2005

Menjelang penutupan tahun 2005, Advertising Age, media terkemuka mengenai periklanan menganugerahkan penghargaan terhadap karya dan pihak yang berprestasi di bidang media dan pemasaran interaktif. Apresiasi tersebut dirangkum dalam AdAge 2005 Interactive Media & Marketing Awards.

Mereka yang terpilih adalah untuk kategori:

Interactive Marketer of The Year
Chrysler Group, produsen mobil Dodge, Jeep dan Chrysler menempati kehormatan dalam kategori ini berkat inovasi, konsistensi dan komitmen mereka terhadap penggunaan media online. Capaian tersebut tidak hanya menghasilkan tampilan website yang informatif, advergaming yang menarik namun juga secara nyata berdampak pada penjualan mobil-mobil Chrysler.

Jeff Bell, Brands Manager untuk Jeep dan Chrysler mengungkapkan dalam sebulan mencatat sebanyak 40.000 permintaan melalui website resmi Chrysler maupun web pihak ketiga yang memuat informasi produk-produk Chrysler. Permintaan tersebut lalu disebarkan ke dealer-dealer Chysler sesuai daerah dimana pengakses berada. Bell lebih jauh memaparkan data yang cukup menarik: 1.000 orang yang memainkan game 4X4 Evo2 Wrangler Rubicon, akhirnya melakukan pembelian terhadap mobil-mobil SUV Chrysler.

Alasan lain AdAge memberikan penobatan ini adalah dijadikannya Internet sebagai medium utama oleh Chrysler dalam meluncurkan salah satu produknya, Dodge Charger. Dan sekali lagi, berdampak positif tidak hanya bagi kesuksesan peluncuran, tapi juga dalam hal mendongkrak penjualan.

Interactive Agency of The Year
AdAge memberikan analogi yang menarik mengenai agency yang satu ini: Jika Anda ingin mengetahui tentang apa yang terjadi terhadap tehnologi masa depan, kunjungilah Jepang. Namun jika Anda ingin mengetahui masa depan periklanan interaktif, kunjungi R/GA.

Analogi yang tidak berlebihan mengingat konsistensi agency ini terhadap kepentingan konsumen/pengakses dan kecermatan dalam penggunaan teknologi untuk memproduksi iklan interaktif.

Memaksimalkan interaktivitas dan selalu berorientasi kepada audiens memang menjadi inti dari strategi R/GA, agency yang dikomandani oleh Robert Greenberg yang sudah malang-melintang dalam produksi film iklan selama 30 tahun, sebelum akhirnya masuk ke dunia periklanan interaktif ini. AdAge meyakini apa yang dilakukan Greenberg beserta R/GA ini akan menjadi role periklanan interaktif di beberapa masa yang akan datang.

Best Interactive Media Agency
Inovasi yang dilakukan terus-menerus oleh Avenue A/Razorfish dalam pembuatan aplikasi dan pengembangan teknologi media interaktif, menjadikan AdAge megganjar predikat ini.

Meskipun dalam suasana kondisi pasar yang turun akibat kemelut dotcom pada 2001-2002 lalu pun, media agency ini tetap konsisten mengembangkan kompetensinya. Avenue A/Razorfish saat ini dimotori oleh Clark Kokich sebagai president dan Jeff Lanctot sebagai vice-president for media and clients services.

Best Online Media Seller of The Year
Ya, Yahoo! terpilih untuk kategori ini. Alasan AdAge menobatkan Yahoo! adalah kemampuan perusahaan media ini melampaui perkiraan para pengamat dalam hal kontribusi terhadap belanja iklan media online di Amerika Serikat pada 2005 ini. Pendapatan Yahoo! tumbuh 42% hingga kwartal ketiga tahun ini. Nilai dari pertumbuhan itu mencapai sekitar US$ 932 juta.

Sebagian pendapatan tersebut dihasilkan dari mesin pencari dan beberapa iklan display (banner ads) di halaman-halaman Yahoo!. Kedigdayaan pendapatan tersebut adalah buah dari upaya Yahoo! menyajikan content dan layanan yang semakin bervariasi. Karenanya pertumbuhan unique users [ see define ] Yahoo! terus meningkat. Efeknya, sebagian besar kapling iklan di Yahoo! sudah laku terjual dalam kurun waktu setahun ke depan.

Best Marketing Web Site of The Year
PepsiCo adalah salah satu contoh perusahaan yang menurut AdAge mampu memahami bawah website bisa berperan lebih optimal daripada tenaga pemasaran. Hal itu ditunjukkan melalui karya perusahaan ini: Pepsi World dan Mountain Dew.

Kedua website tersebut “sangat menjual” karena relevan terhadap produk dan langsung bersinggungan dengan karakter target audiens yang selalu haus akan informasi mengenai olah raga, musik, video game, modifikasi mobil dan informasi gaya hidup lainnya.

What's NewNovember 8, 2005

Mesin pintar yang bisa menjual software, e-books, games dan digital content lainnya secara swalayan?

Kita memang mengenal mesin-mesin seperti itu. Hanya saja yang kita kenal kebanyakan adalah mesin swalayan untuk membeli minuman, makanan kecil, majalah atau photo booths. Itupun di Indonesia tidak bisa sepenuhnya di-implementasi-kan di sembarang tempat. Maklum rasa kepemilikan dan tanggungjawab masyarakat Indonesia terhadap fasilitas publik semacam itu sangat rendah.

Maka, mesin penjual digital content ini memang ngga tahu kapan akan ada di Indonesia. Jepang sudah menggelar gerai-gerai yang mereka sebut multi-format content vending machines ini. Disebut begitu karena mesin ini mampu ‘menelan’ berbagai format storage device dan card seperti compact flash, SD card, memory stick. Content yang dijual pun dari berbagai format file, dari teks, gambar, musik hingga software.

Saat ini content yang banyak dibeli adalah novel bergambar, games, musik. Games yang paling laris adalah nama-nama besar di dunia Manga [ see define ] seperti Lupin, Appleseed, dan Dominion.

What's NewNovember 7, 2005

Inovasi pemanfaatan information kiosk sebagai bagian dari point of sales [ see define ] kembali muncul berkat upaya optimalisasi teknologi digital. Kali ini lahir dari Spanyol. Sebuah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang teknologi kertas dan inovasi perangkat komunikasi, The Special Things menciptakan kios yang memungkinkan munculnya gambar 3 dimensi di udara.

ImagePro 3D, begitu produk ini disebut, mampu menghasilkan imaji visual produk yang “mengambang di udara”. Tersedia 6 model kios, yang terdiri dari sistem optik dan software yang telah diprogram sesuai keperluan. Namun tidak dijelaskan secara detail bagaimana cara kerja teknologi produk ini dan dalam kondisi seperti apa bisa maksimal ditampilkan.

What's NewOctober 24, 2005

Majalah Communication Arts, mengeluarkan edisi tahunan untuk kategori periklanan media interaktif dengan menampilkan campaign-campaign pilihan. Terangkum dalam terbitan mereka Interactive Annual 11.

Di publikasi itulah karya-karya kreatif yang sangat relevan, cerdas dan konstekstual hadir. Hasil dari olahan 7 juri yang sangat berkompeten di bidangnya. Media interaktif yang masuk dalam kategori ini adalah website, online advertising, kiosks, CD-ROM dan mobile-ad di PDA.

Terbagi dalam 5 kategori, Interactive Annual 11 menghasilkan 38 karya pemenang yang, yakinlah, semua patut mendapat apresiasi dan acungan jempol.

Nike, misalnya, menyajikan online presence yang sangat impresif untuk produk-produknya. Keindahan visual yang dipadu dengan kelengkapan informasi menjadi poin penting bagi juri untuk menetapkan site ini sebagai pemenang. Begitu juga yang dilakukan oleh Harley-Davidson.

Virgin Atlantic Airways melakukan dengan pendekatan yang agak berbeda: menekankan unsur humor dengan serius namun tetap relevan terhadap jasa yang ditawarkan.

Dalam kategori information design, simak tampilan The Museum of Modern Art yang kaya eksplorasi bentuk. Nikmati juga karya-karya dalam kategori lain, dijamin Anda akan merasakan perjalanan visual yang mencerdaskan.

What's NewOctober 18, 2005

Jurnalisme warga —kegiatan jurnalistik yang melibatkan warga biasa sebagai pewarta— semakin berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan alat dan media komunikasi. Saat ini perkembangannya bukan hanya ditentukan oleh alat yang digunakan, namun juga keterlibatan audiens yang berkembang tidak hanya menjadi obyek berita, tapi juga berperan sebagai subyek.

Kuli tinta adalah sebutan bagi jurnalis di jaman sebelum komputer digunakan. Lalu sebutan itu terkikis seiring banyaknya jurnalis yang menggunakan word processor dan komputer. Maka timbullah sebutan kuli disket, merujuk pada media penyimpan data berita yang akan mereka publikasikan. Sekarang banyak kalangan jurnalis yang tidak menggunakan lagi disket, melainkan storage device yang lebih mungil seperti USB flashdisk.

Dan kini sebutan jurnalis sudah melangkah jauh dengan genre baru, Cell Journalist.

Jurnalisme selular? Wartawan yang membawa telepon selular? Bukankah sudah jamak hal itu terjadi?

Cell Journalist memang memanfaatkan handphone sebagai media pewarta. Namun konsepnya tidak sekadar itu. Warga dilibatkan aktif dalam proses pembuatan berita. Jadi jika Anda sedang bepergian dan menyaksikan suatu kejadian —apapun kejadiannya— Anda bisa mengirimkan berita, foto maupun video melalui handphone Anda atau melalui email. Jerih payah Anda akan dihargai $ 50 setiap foto atau video hasil bidikan Anda digunakan.

Siapa pengguna berita, foto dan hasil bidikan video Anda? Itulah yang akan dihimpun oleh Cell Journalist. Mereka akan mendistribusikannya ke outlet-outlet media yang tersebar. Saat ini diklaim telah siap lebih dari 200.000 media outlet.

Cerahkan masa depan model bisnis informasi ini? “Anggota Cell Journalist berkembang sangat pesat. Kami gembira menyambut setiap anggota baru dari seluruh dunia,” papar Parker Polidor, President of Cell Journalist. Seolah mengisyaratkan optimisme dia akan masa depan jurnalisme telepon selular.

Selamat tinggal kuli disket, apalagi kuli tinta!

Mobile Marketing, What's NewSeptember 4, 2005

Jika Anda saat ini sering mendapatkan tawaran mengikuti kuis melalui SMS (Hey, atau Anda sedang membaca blog ini sambil mengirim kuis SMS?) tentu karena metode itu sedang menjadi trend. Perkembangan pesat pengguna telepon selular di Indonesia yang hingga kini mencapai 30 juta pengguna adalah alasan kuat mengapa aktifitas kuis SMS menjadi semakin marak.

Namun aktifitas itu bisa jadi akan segera menjadi sejarah.

The Times menjadi pemilik media pertama yang akan menjalankan sistem “mobile barcode marketing campaign“. Bekerjasama dengan Hewlett-Packard, The Times mengembangkan teknologi komunikasi pemasaran digital yang memungkinkan pembaca melakukan barcode scanning. Pembaca The Times bisa mengikuti kompetisi berhadiah ini dengan cara melakukan scanning teks berupa barcode yang ada di koran tersebut dengan kamera di handphone mereka. Koran, sebagai media ‘non interaktif’ pun memulai babak baru interaktifitasnya dengan dunia digital mobile.

Teknologi ini memang masih menemui beberapa kendala. Antara lain, peserta kompetisi harus mengunduh software aplikasi Active Print, yang hanya bisa berjalan pada software Symbian Series 60. Namun Times-HP tetap yakin sistem ini akan menjadi trend baru digital marketing. “Ini hanya sebuah ujicoba nyata,” kata James Law, Digital Marketing Manager The Times. “Namun ini adalah cara revolusioner untuk mengajak pembaca kami mengikuti kompetisi dengan effort yang rendah. Kami ingin mengetahui reaksi pembaca kami dengan adanya ujicoba ini,” imbuh Law. Memang selain dengan cara itu, pembaca The Times masih bisa mengikuti kompetisi dengan cara ‘konvensional’, mengetik 16 digit barcode lalu mengirimkan melalui SMS.

Teknologi ini tentu membuka peluang kreatif bagi pelaku pemasaran dengan media digital. Di Indonesia kendala utamanya masih pada infrastruktur dan pengetahuan pengguna telepon selular. Sistem barcode scanning ini hampir sama dengan teknologi MMS yang masih tersendat konsumsinya di Indonesia.

Namun, siapa bisa memprediksikan dengan tepat loncatan teknologi digital saat ini? Bukankah kita tidak mengira akan secepat ini pulsa telepon selular dijual di pinggir jalan dan gang-gang sempit?

What's NewAugust 17, 2005

Rupert Murdoch, konglomerat media pemilik News Corporation berhasrat masuk ke kancah bisnis search engine. Murdoch mengakui pihaknya sedang dalam pembicaraan yang serius mengenai pembelian sebuah search engine dengan menyiapkan dana khusus untuk misi akuisisi ini.

Murdoch ingin membeli Yahoo!? Nampaknya tidak. Google? Tidak juga. Mata Murdoch lebih suka berkedip kepada Blinkx, debutan baru di industri mesin pencari.

Dinahkodai oleh Suranga Chandratillake dan Mark Opzoomer, Blinkx menciptakan diferensiasi dari search engine sebelumnya. Salah satu fitur yang bisa jadi membuat Murdoch tertarik adalah kemampuannya dalam melakukan pencarian program video dan televisi. Fitur semacam itu sangat ditunggu-tunggu oleh pengguna broadband Internet yang semakin berkembang saat ini. Fitur lain adalah pencarian pada desktop, email, podcast, isi pada file berformat pdf dan tentu saja pencarian di WWW.

Bulan lalu, jaringan bisnis Murdoch telah meluncurkan divisi Internet baru bernama Fox Interactive Media yang mewadahi semua aktifitas Internet dan website jaringan News Corp., termasuk portal berita The Sun dan The Times yang berbasis di Inggris.

Akankah kedipan Murdoch kali ini mampu menggoyangkan Yahoo! dan Google?

What's NewAugust 2, 2005

Selamat datang di blogosphere, alam raya baru di ranah Internet. Sapaan tersebut tak berlebihan mengingat terpaan aktifitas blog yang makin deras. Technorati, mesin pencari khusus weblog, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News mengindikasikan setiap detik lahir satu blog baru.

Data tersebut bisa akurat didapat karena Technorati selalu melakukan tracking terhadap aktifitas blogging, di mana setiap weblog terhubung satu sama lain. Dengan perkembangan seperti itu, diyakini jumlah weblog akan berlipat ganda setiap 5 bulan.

Indikasi lain makin berkembangnya weblog adalah masuknya raksasa Internet ke blogosphere. Google Toolbar misalnya menambahkan icon “blog this”. Begitu juga portal fotoblog yang pertumbuhannya mengesankan, Flickr.

Sebagaimana fenomena Internet sebelumnya, perkembangan pesat blog dilaporkan masih terjadi di negara-negara dengan infrastruktur Internet yang memadai seperti di Jepang, Korea, China, Inggris, Perancis, Brasil (!) dan tentu saja Amerika sebagai pusatnya.

What's NewAugust 1, 2005

Perang di dunia blog menemukan medan terbesarnya. Yahoo! mulai melakukan uji coba sistem yang memungkinkan online publisher kecil-menengah menampilkan iklan-iklan Yahoo!, seperti yang sudah dilakukan (dan didominasi!) raksasa Internet lain: Google.

Yahoo! melibatkan kurang lebih 2.000 website untuk melakukan uji coba ini. Baik Yahoo! maupun Google saat ini mempunyai layanan iklan berupa text-link sederhana yang bisa tampil pada halaman yang sesuai dengan hasil pencarian.

Dua tahun lalu, Google menggunakan strategi lain dengan memberikan kesempatan kepada online publisher besar maupun para blogger untuk dijadikan media iklan text-link tersebut. Ini dimungkinkan berkat teknologi yang mampu menganalisa isi suatu publikasi di website dengan menempatkan iklan yang relevan dengan isi publikasi.

Saat ini Google sudah menempatkan iklan-iklan tersebut pada ratusan ribu website termasuk publisher besar seperti The New York Times. Website yang memanfaatkan layanan ini biasanya adalah web dengan materi isi yang spesifik atau web pada industri dan bidang tertentu, termasuk blogger usaha kecil dan bahkan individu.

Begitu juga Yahoo!, selain menggandeng portal berita CNN, juga akan menyasar publisher kecil. Bahkan rencananya, Yahoo! akan memberikan layanan on-call yang memungkinkan para publisher kecil tersebut meminta bantuan staf Yahoo! melalui telepon. Sesuatu yang tidak (atau belum?) dilakukan Google.

Dan perang dua ‘Goliath’ ini pun berlanjut….

What's NewMay 17, 2005

Komite Broadband dari Interactive Advertising Bureau’s (IAB) dalam pertemuan “Leadership Forum: Broadband and Beyond”, mengeluarkan panduan baru tentang spesifikasi beriklan di Internet bermode koneksi broadband.

Panduan tersebut dimaksudkan sebagai pegangan bagi perusahaan pemasang iklan beserta biro iklan untuk mengembangkan materi kreatif iklan secara konsisten sesuai dengan spesifikasi yang juga akan digunakan oleh portal-portal ternama.

Dasar lain menetapkan panduan ini adalah semakin berkembangnya tehnologi in-stream video, sehingga memungkinkan semakin kreatif dan beragamnya materi isi iklan yang ditampilkan.

IAB juga melaporkan, bahwa panduan ini bukan untuk membatasi kreatifitas, namun diperlukan untuk menciptakan spesifikasi dan standar sehingga industri video advertising ini bisa tumbuh baik bagi semua pihak. IAB masih membuka peluang bagi siapapun yang berhubungan dengan industri ini untuk mengajukan usulan-usulan.

Panduan tersebut bisa dilihat di sini.

Categories: